Wednesday, September 13, 2017

Kunci Kebahagiaan Ibu Rumah Tangga: Berpikir Positif dan Hati yang Hangat



Siapa yang tidak ingin bahagia? Semua pasti mau. Termasuk para ibu rumah tangga. Entah itu ibu pekerja kantoran atau ibu yang full time ada di rumah. Kenapa ibu rumah tanggga harus bahagia? Pekerjaan ibu rumah tangga itu nggak ada habisnya, lho. Never ending riweuh menurut saya, hehe. Dari bangun tidur pagi sampai mau tidur malam, adaa aja kerjaan rumah yang harus diselesaikan. Jadi, ibu rumah tangga harus bahagia biar nggak stress dan bisa terus melanjutkan tugasnya dengan sempurna.

  Ibu yang bekerja kantoran, bekerja di rumah, atau tidak bekerja punya kerepotan masing-masing. Oia, saya nggak bilang ibu di rumah itu sebagai ibu yang tidak bekerja, lho. Karena meski tidak pergi ke kantor, para ibu rumahan jaman sekarang bisa ikut mencari uang dengan bekerja dari rumah (berjualan atau menjadi freelancer). Pilihan bekerja atau tidak kemudian disesuaikan jadwalnya. Jadi, urusan rumah tangga (mengasuh anak, memasak, bebenah, dll) dan kerjaan kantor (atau dagangan)  bisa lancar.

  Repotnya mengurus anak sambil cari duit pernah saya alami. Dulu, saya sempat membuka usaha toko obat dan berjualan aksesoris handmade. Sekarang, saya cukup mager di rumah saja dan sesekali dibayar untuk postingan blog atau media sosial. Jujur, kesibukan saya kini jauh berkurang sejak toko obat resmi ditutup. Alhamdulillah, sekarang jadi lebih bisa fokus pada 3 boyz yang sudah beranjak besar. 

Monday, September 11, 2017

#KEBlonggingCollab: Belajar Parenting dari Sekitar Kita


Belajar Parenting dari sekitar kita karena tidak sekolah untuk menjadi orangtua. Betul tidak?

Setelah menikah dan punya anak, pasangan suami istri dihadapkan pada peran baru sebagai orangtua. Dan mulai merencanakan pola asuh seperti apa yang akan diterapkan dalam keluarga. Tentu saja, rencana tersebut disertai harapan akan menjadi seperti apa anak-anak yang dibesarkan nanti.

Belajar parenting dari mana? Belajar parenting bisa dari sekitar kita. Mulai dari orangtua sendiri, sosok yang dikagumi, sampai referensi dari media cetak dan digital atau bahkan televisi.

Tuesday, August 29, 2017

Menikmati Hidup dengan Mager Berkepanjangan


Menikmati hidup dengan mager berkepanjangan. Judul macam apa pula ini? Hihihi. Maaf ya jika teman-teman yang kebetulan mampir ke blog ini dan belum menemukan postingan terbaru selama hampir satu bulan lebih. Bukannya saya nggak ngeblog. Saya tetap kok nulis blog, tapi di blog Emak Riweuh dan lebih sering di blog Dapur Ngebut. Blog ini belum diupdate karena saya belum sempet curhat! Kesannya blog ini khusus buat curhat, ya. Padahal kan bisa nulis fashion atau lifestyle juga di sini, tapi yaa belum kepikiran.

  Jadi... sekarang curhat nih? Enggak juga sih. Cuma mau ngasih tahu aja, saya tetap ada kok, di sini. Tetap mengintip hingar bingar dunia blog dari kejauhan. Menepi sejenak dari keriuhan job review. Puasa dari ngebuzzer. Kemudian mager berkepanjangan...

Monday, July 10, 2017

Sukses Membuat Hidangan Lebaran Komplit Saat Puasa dan Tanpa Bantuan ART? Ini Tipsnya!



Halo semua! Apa kabar? 

Mumpung masih suasana Lebaran, saya ingin mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Mohon maaf lahir batin, ya. Cerita Lebaran tahun 2017 ini terus terang berbeda dengan dengan Lebaran selama lima tahun sebelumnya karena ada sebuah peristiwa penting. Alhamdulillah, Allah Maha Mendengar semua curhatan saya dan mengabulkannya agar kami bisa melanjutkan hidup seperti keluarga normal lainnya. Semoga situasi ini bisa berlangsung selamanya, aamiin.

Friday, June 16, 2017

Tetap Fit Saat Puasa dengan Berolahraga Ringan Secara Rutin


Berolah raga saat puasa? Mengapa tidak? Olahraga membuat badan kita tetap sehat. Saat berpuasa, olahraga juga tetap bisa dilakukan. Terutama bagi anda yang sudah terbiasa melakukan olahraga secara rutin. Jika olahraga dihentikan dengan alasan sedang puasa, tubuh akan terasa kurang nyaman dan mudah lelah. 

   Saya pernah berolahraga senam aerobik seminggu sekali secara rutin. Karena banyak kesibukan, saya absen kelas senam sampai beberapa bulan. Duh, badan langsung cepat lelah dan gampang terserang penyakit. Olahraga betul-betul harus dilakukan agar tubuh tetap berada dalam kondisi yang fit untuk menjalani segudang aktivitas. 

Sunday, June 11, 2017

Rumah Tanpa Pagar



Rumah tanpa pagar semula jadi tujuan saya dan suami karena keterbatasan biaya. Membuat pagar rumah belum jadi prioritas bagi kami karena belum bisa menempati rumah sendiri dan masih merantau. Rumah tipe 36 di Bogor yang kami beli pada tahun 2004 dikontrakkan selama tiga tahun oleh teman kantor Bapa. 

  Pada tahun 2007, Bapa pindah tugas dari Denpasar ke Jakarta. Setelah menempati rumah sendiri selama 2 tahun, kami kembali merantau. Rumah tidak dikontrakkan lagi, melainkan diisi oleh Eyang, ibu saya. Selama menempati rumah tersebut, tetangga sebelah kiri, tetangga depan, dan tetangga di sebelah tetangga depan sama-sama belum mempunyai pagar rumah. Keempat rumah yang saling berhadapan dan tidak mempunyai pagar ini tampak serasi. Sambil bercanda, deretan rumah itu kami namai klaster, singkatan dari kelas teri. Bukan cluster yang berupa pemukiman mewah. Tapi kelas teri karena kami tidak mampu memagar rumah sendiri, hihihi.

Saturday, June 3, 2017

Mendidik Anak dengan Cinta


Mendidik anak dengan cinta. Setelah menjadi orang tua, kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk buah hati, termasuk pendidikannya. Siapa sih, yang tidak ingin anaknya hidup berkecukupan di masa mendatang berkat pendidikan yang baik? Oleh karena itu, orang tua pasti akan berjuang lebih giat lagi mencari nafkah demi bisa menyekolahkan anak di sekolah terbaik.

  Tapi, apa benar sekolah terbaik itu harus yang mahal biayanya? Ada harga ada rupa. Sekolah yang bagus dengan fasilitas komplit pasti membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan sekolah yang biasa saja. Kalau menurut saya sih, belum tentu lho sekolah mahal itu akan menjamin anak sukses di kemudian hari. 
Back to Top