Sunday, March 24, 2024

Tips Libur Lebaran Anti Mati Gaya Walau Tidak Mudik


Sudah ngomongin mudik lagi nih? Puasa belum setengah bulan namun hawa mudik mulai terasa. Terutama buat yang tujuan mudiknya jauh, tentu sudah direncanakan bahkan sebelum bulan puasa dimulai. 

Bahkan banyak yang sudah booking tiket pesawat atau tiket kendaraan umum lainnya. Biar tenang kalau sudah punya tiket untuk mudik, nggak usah gedebukan hunting tiket lagi pas bulan puasa dan mepet tanggal keberangkatan.

Saya sendiri pernah mengalami serunya mudik lebaran. Tinggal di rantau jauh dari keluarga. Kalau mau mudik kudu naik pesawat dulu. Ketika jumlah anggota keluarga masih sedikit mah nggak masalah. Begitu nambah personil (nambah anak maksudnya), langsung deh kudu pake kalkulator menghitung biaya buat mudik hehe.

Sejak berhenti merantau di tahun 2012 kalau nggak salah, otomatis nggak ada tuh yang namanya mudik dalam kamus keluarga kecil saya. Sekarang kami tinggal menetap di Bogor Jawa Barat. Orang tua suami (sekarang almarhum) dan keluarga besarnya masih tinggal di satu kota. Sedangkan keluarga saya ada kakak di Depok dan Papi (ayah saya) di Cikampek.

Agenda saat Hari Raya Idul Fitri adalah shalat ied di halaman mesjid komplek. Setelah itu silaturahim dengan para tetangga yang nggak mudik. Lanjut ke pinggiran kota, yaitu daerah Ciapus dan Cibeureum Bogor untuk mengunjungi keluarga suami. Sorenya kami pulang, habis magrib lanjut ke rumah kakak saya di Depok. Keesokan harinya kami berangkat ke Cikampek (4 jam perjalanan karena suka macet di jalan tol) menemui kakekna anak-anak.

Di komplek memang banyak warga yang mudik. Di satu gang biasanya tersisa 5 sampai 6 keluarga yang keluarga besarnya ada di sekitar Bogor. Jadi kami ya nggak mudik, jaga kandang gitu hehe. 

Tapi makin kesini, para tetangga saya ini banyak juga keluarga yang nggak mudik atau sudah 'memindahkan' keluarganya sendiri ke Bogor. Misalnya yang punya anak-anak sudah menikah, ya mereka ngumpul ke sini, ke rumah orangtuanya. Ada juga yang memindahkan orangtuanya tinggal di komplek, jadi semua ngumpul nggak berjauhan lagi.




Kenapa Tidak Bisa Mudik Lebaran?

Banyak alasan mengapa tidak bisa mudik saat lebaran, misalnya:
  • Keterbatasan keuangan. Biaya transportasi, akomodasi, dan kebutuhan lainnya saat mudik menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Jika anggaran terbatas, mudik pun tidak lagi menjadi prioritas.
  • Kondisi Kesehatan. Kondisi kesehatan tertentu, baik itu diri sendiri atau anggota keluarga yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. Daripada di jalan nanti kenapa-napa sebaiknya rencana mudik ditunda dulu. 
  • Komitmen Kerja atau Pendidikan. Beberapa orang mungkin memiliki komitmen kerja atau pendidikan yang tidak memungkinkan untuk meninggalkan tempat tinggal mereka selama periode Lebaran. Kewajiban ini dapat mengharuskan mereka untuk tetap tinggal dan tidak bisa mudik.
  • Kesibukan Pekerjaan atau Pendidikan. Beberapa orang mungkin terhalang untuk mudik karena kesibukan kerja atau keterbatasan waktu yang tidak memungkinkan untuk mengambil cuti atau melakukan perjalanan jauh.
  • Peraturan atau Larangan Pemerintah. Ini seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya. Yaitu larangan mudik untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.
  • Kondisi Cuaca Buruk. Kondisi cuaca yang buruk seperti banjir, tanah longsor, atau badai dapat membuat perjalanan mudik menjadi sangat berisiko. Kondisi ini dapat menyebabkan keterlambatan perjalanan atau bahkan kecelakaan yang serius.

Waktu masih merantau, saya juga pernah mengalami yang namanya nggak mudik. Tepatnya ketika tinggal di Denpasar Bali. Karena kami baru saja pulkam untuk sebuah urusan, kayaknya kalo mudik pas Lebaran itu lumayan juga biayanya. Meski anak baru satu, namun tiket pesawat untuk 3 orang cukup bikin dompet sedih untuk kami yang baru merintis rumah tangga.

Terus, bete nggak? Awalnya memang sedih sih karena nggak bisa mudik. Ini kali pertama kami merayakan Idul Fitri tanpa keluarga besar. Mana di daerah yang muslimnya masih minoritas pula. Namun kami bisa melaluinya dan merayakan libur lebaran dengan menyenangkan.

Tips Libur Lebaran Anti Mati Gaya Walau Tidak Mudik

Meskipun kami tidak mudik, tetep lho bisa having fun menjalani liburan anti mati gaya. Mau tahu ngapain aja? Berikut tips liburan anti mati gaya walau tidak mudik yang saya rangkum dari pengalaman sendiri:

1. Membuat Makanan Lebaran Bersama
Salah satu kegiatan yang paling menyenangkan adalah membuat makanan khas Lebaran bersama-sama di rumah. Ajak anak-anak membuat kue lebaran bersasama, misalnya bikin nastar. Atau memasak hidangan hari raya seperti gantian mengaduk rendang. Jadikan momen berkarya bareng di dapur ini sebagai quality time bersama keluarga.

2. Beribadah Bersama
Lebaran adalah waktu yang penuh dengan keberkahan dan keberkahan. Manfaatkan momen ini untuk berdoa bersama keluarga, shalat berjamaah, membaca Al-Quran, atau berzikir bersama. Buatlah suasana yang khusyuk dan penuh damai di rumah Anda, serta mengajarkan nilai-nilai keagamaan kepada anggota keluarga yang lebih muda.

3. Mengadakan Acara Silaturahim Keluarga Secara Virtual
Teknologi memudahkan kita untuk tetap terhubung walau tinggal berjauhan. Meski tidak bisa bertemu langsung, kita bisa merayakan Lebaran dengan keluarga besar melalau silaturahim virtual. Bisa dengaan video call atau aplikasi meeting lainnya. Berbagi cerita dan ceria seolah kita berada di sana bisa mengobati kangen mudik. 

4. Menyantap Makanan Lebaran di Rumah Sendiri
Hidangan khas lebaran yang biasanya disajikan di rumah orang tua atau kampung halaman pasti bikin kanget. Jika memungkinkan, cobalah memasak hidangan tersebut di rumah. Bisa minta resepnya dulu supaya rasanya bisa agak mirip gitu. Kalau nggak bisa masak tapi pengen gimana? Ya beli aja. Bisa pesen ke tetangga yang jualan rendang (misalnya) atau beli jadi (kalau ada yang jual ya). 

5. Mengadakan Open House 
Bikin open house alias mengundang tamu di hari raya lebaran pernah saya lakukan. Tepatnya waktu nggak mudik di Denpasar. Pada hari kedua lebaran, kami mengundang teman-teman kantor suami untuk datang ke rumah menikmati hidangan lebaran ala kadarnya. Seneng deh, suasana lebaran terasa meski secara sederhana. 

6. Main ke tempat wisata terdekat
Masih tentang cerita nggak mudik saat di Denpasar. Hari pertama Idul Fitri kami sekeluarga malah pergi berenang ke sebuah hotel internasional ternama. Mana gratisan pula ditraktir bos suami. Barangkali beliau kasihan karena kami nggak mudik, jadi kartu membership club hotel tersebut diberikan kepada kami, makasih yaa Pak Bos). Tentu saja anak saya senangnya bukan kepalang bisa berenang di hotel mewah tersebut.

7. Kegiatan lain yang bisa dilakukan di rumah saja
Manfaatkan waktu bersama keluarga untuk menonton film atau membaca buku bersama. Bisa juga ajak anak-anak berkebun atau melakukan olahraga bareng. Apa saja yang penting bisa jadi family time yang menyenangkan.

8. Berjualan
Jujur, ini belum pernah saya lakukan. Tapi berdasarkan pengamatan saya, beberapa keluarga ada lho yang malah berjualan saat hari raya. Memanfaatkan momen anak-anak yang dapat amplop lebaran, mereka berjualan mainan dan cemilan ringan. Ada juga yang berjualan minuman, es krim, dan makanan misalnya bakso yang pasti dicari saat hari raya.

Kesimpulan: Menciptakan Kenangan Berharga Bersama Keluarga

Setiap tahun, tradisi mudik menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi banyak keluarga di Indonesia. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mudik setiap tahun. Meskipun begitu, lebaran tanpa mudik bisa menjadi kesempatan yang berharga untuk menciptakan kenangan yang tak terlupakan bersama keluarga. 

Jangan biarkan absennya perjalanan mudik menghentikan semangat kebersamaan keluarga. Lebaran tanpa mudik tidak harus menjadi momen yang menyedihkan. Dengan kreativitas dan semangat kebersamaan, kita bisa menciptakan kenangan yang tak terlupakan bersama keluarga di rumah. Ingatlah, momen bersama keluarga adalah harta yang tak ternilai harganya. 

Semangat selalu untuk yang merayakan Lebaran tanpa mudik!

1 comment :

  1. jadi inget momen lebaran waktu covid, angkutan umum seperti kereta, bis nggak beroperasi sama sekali. Warga otomatis berlebaran via video call sama saudara-saudaranya. Dirumahku malah juarang ada tamu pas covid, jadi kue-kue yang ada cuman buat dikonsumsi sendiri

    dulu aku paling seneng kalau liat berita mudik, hampir semua televisi menyiarkan situasi terkini, ngeliat orang lain happy waktu momen mudik, aku jadi ikutan seneng

    ReplyDelete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^

Back to Top