Tuesday, May 15, 2018

Perhatikan 8 Hal Ini Saat Memilih Tas Anak Sekolah Agar Awet Dipakai


Tidak terasa, sebentar lagi ujian akhir semester akan diselenggarakan. Tentu saja, usai ujian ada libur panjang kenaikan kelas. Yeay, libur telah tiba! Bukan anak-anak saja yang bergembira menyambut liburan sekolah, kita sebagai orang tuanya ikut seneng juga. Bisa jalan-jalan atau menghabiskan waktu lebih lama bersama buah hati kesayangan.

Saya dan keluarga sudah punya acara untuk libur sekolah nanti. Mau ke mana? Ah, rahasia dong! Doain semoga terwujud dengan lancar ya, aamiin. Seneng-seneng pas liburan sekolah sah-sah saja. Tapi jangan lupa, setelah liburan, anak-anak kembali masuk sekolah. Jadi, dana liburannya jangan dihambur-hambur ya. Sisihkan untuk keperluan masuk sekolah. 

Memasuki tahun ajaran baru, biasanya banyak keperluan sekolah yang harus dipersiapkan. Biaya paling besar adalah untuk membayar uang pendaftaran sekolah, jika ada anak yang baru masuk TK, SD, SMP, atau SMA. Keperluan sekolah yang wajib ada mulai dari alat tulis, seragam, sepatu, sampai tas anak sekolah.

Saya mau cerita tentang tas anak. Waktu si sulung Aa Dilshad baru masuk sekolah, saya belum paham tentang memilih tas anak. Saya membeli tas asal saja. Model dan bahan tidak saya pikirkan. Yang penting Aa Dilshad suka. Syukur kalau harganya nggak mahal karena menghemat biaya. Ternyata, kekurang telitian saya itu membuat Aa harus berganti tas karena cepat rusak! Duh, malah jadi boros ya.

Akhirnya, setelah saya amati baru saya paham bagaimana memilih tas anak sekolah. Sekarang, saya punya tiga anak sekolah di rumah. Ada anak SMA dan dua anak SD. Setiap anak punya kebutuhan dan selera masing-masing. Berikut saya rangkum tips cara memilih tas anak sekolah yang bagus dan awet dipakai:

1. Design, Model, dan Ukuran Tas Sesuai Usia
Saya memilih tas yang berbeda untuk ketiga anak laki-laki saya. Untuk Dd Irsyad yang baru kelas 1 SD, saya pilih tas dengan warna ceria dan modelnya simple. Untuk Kk Rasyad yang jelang ABG dan Aa Dilshad yang sudah remaja, keduanya punya selera sama yaitu trendi kekinian. 
Pilih tas sekolah anak sesuai dengan ukuran badan. Jangan kekecilan juga jangan kebesaran. Tas harus pas pada badan anak karena disesuaikan dengan tubuh yang menopang berat tas.
Tidak masalah jika mereka memilih sendiri tas sesuai selera masing-masing. Kita hanya perlu memantau lalu memberi masukan jika kebetulan tas tersebut kurang bagus kualitasnya atau harganya terlalu mahal. Biasanya mereka paham kok, dan memilih tas lain yang lebih bagus kualitasnya dan sesuai dengan seleranya.

2. Bahan yang Kuat
Plih tas dangan bahan yang kuat karena tas sekolah banyak isinya. Perhatikan juga kualitas jahitan dan kekuatan benang. Saya pernah memperbaiki bagian tas yang robek karena jahitannya longgar. Jahitan saya tebalkan beberapa kali supaya tas tidak jebol lagi.
Bahan yang disarankan adalah kanvas, poliester, dan denim. Ketiga bahan tersebut sudah beberapa kali saya coba. Pilihan favorit saya adalah tas berbahan kanvas. Bahannya cukup tebal dan gampang dibersihkan. 

3. Pilih Tas Ransel 
Tas ransel pas untuk dipakai sebagai tas anak sekolah dibandingkan dengan tas selempang. Anak sekolah jaman now banyak membawa buku pelajaran, bekal sekolah, dan aneka perlengkapan lain. Tas ransel lebih muat banyak dan lebih aman dibawa oleh anak. Beban tas pada tas ransel terasa lebih ringan karena ditopang oleh dua bahu.
Pilih tas ransel dengan tali punggung yang agak lebar dan mempunyai busa yang empuk supaya anak merasa nyaman saat membawa tas yang berat. Atur tali dengan tepat. Jangan pilih tas dengan tali yang terbuat dari bahan yang keras karena bisa menimbulkan lecet pada bahu anak. 
Tidak ketinggalan, atur tali tas jangan terlalu ketat atau longgar. Lebih bagus lagi jika terdapat sabuk pinggang yang bisa mengurangi beban tas. 

4. Tas dengan banyak kantong
Namanya anak-anak, menaruh barang sering seenaknya saja. Pilih tas dengan banyak kantong untuk memudahkan mereka mengatur dan mencari barang di dalam tas. Banyak kantong juga membuat beban tas tersebar dan lebih ringan saat dibawa.

Banyak sekat pada tas milik Aa

Umumnya ada kantong di bagian depan untuk menyimpan benda-benda kecil. Lalu ada kantong di kiri kanan tas untuk menyimpan botol minuman. Di bagian dalam ada sekat lagi untuk menaruh baju ganti misalnya atau laptop untuk anak yang lebih besar.

5. Perhatikan Berat Tas
Barang untuk dibawa saja sudah lumayan berat, jadi pilih tas sekolah anak yang tidak berat. Tas tanpa aksesoris yang berlebihan misalnya. Contoh: mau kelihatan lucu ada tempelan boneka yang cukup besar di tas. 
Bagaimana dengan tas ransel yang ada troli beroda? Duh, tas itu dalam keadaaan kosong saja sudah berat karena rangka besi dan rodanya. Memang sih, gampang diseret karena pakai roda. Tapi gimana kalau naik tangga? Ditenteng malah lebih berat. Kasihan anaknya kan. Jadi, tas beroda tidak saya sarankan dan saya sendiri belum pernah membelikannya untuk anak-anak saya.

6. Tas Polos atau Bergambar Karakter Tokoh Kartun 
Waktu masih TK, anak-anak suka dengan tas anak sekolah bergambar tokoh kartun kesayangan. Sayang, tas tersebut tidak bertahan lama untuk anak saya yang semuanya laki-laki. Tokoh kartun kesukaan anak laki-laki cepat sekali berganti trendnya. Beda dengan tokoh kartun princess kesukaan anak perempuan. Nampaknya dipakai kapan saja masih nggak malu-maluin karena trend princess lumayan abadi. 
Biasanya anak-anak TK atau SD kelas 1 sampai kelas 2 masih menyukai tas bergambar tokoh kartun. Lebih besar dari itu, selera mereka berubah dan menghindari tas bergambar tokoh kartun karena tidak ingin disamakan dengan anak kecil. 
Di rumah ada tas bergambar tokoh kartun yang kondisinya masih bagus. Tas milik Dd Irsyad saat masih TK kini masih dipakai untuk mengaji. Kebetulan anak saya memang penggemar Kung Fu Panda.

Tas karakter Kung Fu Panda untuk mengaji

Jadi, anak-anak saya sekarang lebih memilih tas dengan motif polos. Kalau ada sedikit gambar ngejreng biasanya dari motifnya yang simple dan tulisan merk tas. Tidak masalah jika kita ingin membelikan tas bergambar tokoh kartun, dengan syarat jika punya anak yang tidak gampang bosan dengan tokoh tersebut.

7. Resleting tas
Ini penting juga, lho. Periksalah ritslerting tas sekolah anak. Apakah bisa dibuka dan ditutup dengan baik. Pilih risleting yang punya dua kepala agar akses membuka tas bisa dari sebelah kanan atau kiri. 
Satu lagi yang menyangkut resleting adalah kain tas di sekitar resleting. Tas Dd Irsyad pernah tidak bisa dibuka karena kainnya kerap menyangkut pada resleting. Akhirnya saya jahit mati supaya kain tersebut tidak menggangu 'lalu lintas' resleting.
Ada juga yang bisa bikin resleting macet, yaitu benang jahit sekitar resleting yang terurai. Ini nyebelin banget dan benang tersebut harus digunting supaya resleting bisa berjalan lagi.

8. Bermerk Lebih Bagus
Ada harga ada kualitas. Tas anak sekolah anak bermerk memang lebih bagus dan lebih awet. Awalnya, saya membeli tas sekolah dengan harga murah. Nggak tahunya cuma kuat setahun kurang karena gampang rusak. Terakhir saya membeli tas untuk anak-anak tahun lalu dan alhamdullilah masih awet sampai sekarang.

Tas anak sekolah milik ketiga putra saya

Setelah paham tentang tas anak, saya jadi lebih tenang karena bisa menghemat biaya. Saat membeli tas anak sekolah saya pasti melibatkan anak-anak agar sesuai dengan selera mereka dan sesuai pula dengan budjet yang tersedia. 

Dua tahun yang lalu Aa Dilshad sudah bisa membeli tas secara online dan membayar sendiri dengan uang tabungannya. Belanja tas anak sekolah secara online lebih praktis dan nggak capek keliling mencari yang sesuai dengan selera anak. Cukup buka website, semua model terpampang dengan manis. Klik sana klik sini, beres deh. Habis bayar, tinggal tunggu tas diantar ke rumah. Praktis banget ya!

3 comments :

  1. Anak-anak kadang suka gak merhatiin berat barang yg dibawa, jadinya mudah rusak tasnya kalau gak milih yang bahannya kuat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, biar awet pilih tas yg bahannya kuat

      Delete
  2. Tas anak-anak saya dari kelas 1 SD sampai sekarang mau SMP masih dipake. Belum ganti karena kualitasnya masih bagus :)

    ReplyDelete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^

Back to Top