Thursday, September 16, 2021

Laris Jualan Lewat Status Whatsapp

laris jualan lewat status whatsapp

Laris jualan lewat status Whatsapp, siapa sih yang nggak mau? Aplikasi pengirim pesan Whatsapp kini bukan digunakan untuk berkomunikasi saja. Seperti sosial media Facebook saudaranya, Whatsapp (WA) juga bisa menampilkan status atau postingan pribadi. Nah status atau story Whatsapp bisa banget dipakai untuk jualan.

Hari gini siapa sih yang nggak punya Whatsapp di smartphonenya? Bahkan generasi anak saya yang hobi chat via Line, dipaksa instal WA demi kelancaran komunikasi dengan orang rumah dan guru-gurunya. Pokoknya aplikasi Whatsapp wajib banget deh ada di layar ponsel.

Masih inget jaman dahulu ketika Blackberry Messenger (BBM) populer? Saya tidak lama menikmatinya karena smartphone Blackbery keburu dicolong maling yang masuk rumah. Lumayan deh, setidaknya tahu dan pernah megang ponsel hits tersebut.

Ngintipin status BBM waktu itu, selain jadi ajang curhat, banyak juga yang jualan. Namanya berteman sama emak-emak, yaa seru aja liat beranekan macam barang dagangan. Kalau berminat tinggal kirim pesan ke penjualnya untuk transaksi. Gampang kan. 

laris jualan lewat status whatsapp
Aplikasi Whatsapp di smartphone (foto: Pixabay)

Sekarang sudah ada Whatsapp yang lebih canggih fiturnya dibandingkan dengan BBM. Pesan lebih cepat sampai. Juga akun nggak perlu pake kode, cukup nomor telepon saja. 

Fitur-fitur pada Whatsapp serupa dengan aplikasi pengirim pesan lainnya. Yaitu untuk mengirim pesan teks, pesan suara, video, dokumen serta bisa menelepon dan video call. Tidak ketinggalan, yang jadi favorit yaitu fitur Whatsapp Story atau Status Whatsapp. 

laris jualan lewat status whatsapp
Fitur-fitur pada Whatsapp

Sama dengan BBM, Status Whatsapp diminati karena ibarat punya media sosial sendiri untuk berbagi. Kini BBM sudah punah dan masyarakat beralih ke Whatsapp. Saya amati status teman-teman yang dulu mengoceh di BBM, pindah ke WA untuk update dagangan. Selain curhat harian receh tentunya. 

Saya nggak merasa terganggu dengan beragam status Whatsapp itu. Maklum, saya teuteup jarang ngintipin status orang lain hahaha!

Ngapain sih, mantengan status WA? Kurang kerjaan banget! Itu yang ada di pikiran saya. Boro-boro mantengin status orang, bikin status sendiri aja nggak pernah.

Saya malah baru tahu gosip teranyar bahwa Mamah A lagi beranteman sama Mamah B di status WA dari obrolan grup. Hmm, jadi status WA bisa dipake buat 'perang' juga? Mereka saling sindir bak berbalas pantun di status WA masing-masing. Beklah, saya makin ngerasa nggak ada manfaatnya aja deh buat mantau status WA.

Tapi... kenapa sekarang saya tertarik dengan status WA? Adalah seorang Mamah kenalan saya yang di rumahnya berjualan sembako. Suatu hari, saya menitip dagangan ayam kampung kepada beliau. "Iya Mam, nanti aku pasang di status," katanya menyanggupi.

Kala berpartner dengan beliau, alhamdulillah orderan ayam kampung ada aja yang nyangkut. Beliau nggak posting di media sosial Facebook, dan nggak punya akun Instagram buat jualan. Murni jualan di rumah aja dengan mengandalkan status WA.

Dari situlah saya mulai penasaran dengan gimana caranya bisa laris jualan lewat status Whatsapp. Pas kebetulan ada info kelas online belajar jualan lewat status Whatsapp di sebuah komunitas, saya segera mendaftar. 

Mohon maaf, saya nggak sebut nama kelas dan komunitasnya ya. Maklum, saya nggak lulus soalnya, haha. Tugasnya terlampau berat buat saya yang kurang pandai membagi waktu. Meskipun saya nggak lulus, ilmunya tetap dapet dong. 

laris jualan lewat status whatsapp
Kirim pesan via Whatsapp (foto: Pixabay)

Saya bagi ilmu laris jualan lewat status Whatsapp ya... mari kita mulai.

Daftar Isi
Laris Jualan Lewat Status Whatsapp
1. Perbanyak Nomor Kontak
2. Gunakan Whatsapp Bisnis
3. Cara Membuat Status Jualan
    3.1. Format Status
    3.2. Waktu Posting
    3.3. Desain Status
    3.4. Siapa Saja yang Melihat Status Kita
4. Cara Mudah untuk Dihubungi Konsumen
5. Kesimpulan

Laris Jualan Lewat Status Whatsapp

Status Whatsapp kelihatannya sepele ya. Cuma status receh dan akan hilang dalam waktu 24 jam. Tapi kalau banyak yang lihat kemudian tertarik, akan banyak chat masuk yang bertanya seputar status kita tersebut. Bayangin kalau itu status jualan, seneng kan kalau ada yang nanyain dagangan kita?

Jangan lupa, saat menjawab pertanyaan tentang jualan kita harus sabar ya. Kalau sekedar nanya doang dan nggak jadi beli, jangan baper. Gunakan bahasa yang sopan saat chat pribadi berlangsung.

Supaya makin laris jualan lewat status Whatsapp, berikut langkah yang harus dilakukan:

1. Perbanyak Nomor Kontak

Laris jualan lewat status Whatsapp bukan sekedar rajin update status melulu. Kita juga harus punya banyak nomor kontak. Setelah itu, bikin status? Eits bentar... bikin status dengan banyak nomor kontak juga belum tentu dilihat banyak orang.

Terus gimana dong?

Jadi begini, cara supaya status WA kita dilihat banyak orang adalah: pertama kita save nomor kontak teman atau kenalan sebanyak mungkin. Kedua, sapa nomor yang sudah kita save dengan cara mengirim pesan secara pribadi (japri alias wapri). Kenapa harus dijapri? Karena kalau belum japrian, status WA tidak akan saling terlihat.

Contohnya begini. Save nomor si A. Kalau cuma save doang, kita emang bisa lihat status WA si A, tapi si A nggak bisa lihat status kita. Nah biar si A bisa lihat status kita (yang mana kita mau promosi jualan), kita japri duluan untuk menyapa. Setelah japrian, sukur-sukur nomor kita disave sama si A. Kalau sudah dia save nomor kita, baru deh status kita kelihatan oleh si A.

Isi japriannya apa? Apa saja boleh. Jika teman yang sudah saling mengenal bisa tanya kabar. Jika kenalan baru boleh beri salam perkenalan. Jangan maksa dia supaya save nomor kita ya (untuk kenalan baru). Cukup bilang: boleh saya save nomornya, Bunda? Terima kasih. Misalnya begitu.

Khusus buat yang berjualan online dan bisa dikirim ke seluruh Indonesia, bisa simpan nomor telepon yang diambil dari media sosial dan marketplace, bahkan dari Google. Ambil kontak dari grup komunitas misalnya. Nanti sapa dulu untuk perkenalan dan meminta ijin save nomor kontaknya. 

Semakin banyak nomor yang kita save, semakin banyak status WA yang bisa kita lihat. Sering-seringlah mengintip dan menyapa dengan cara mengomentari status mereka. Dengan demikian, mereka akan ingat dengan kita. Oh ini mamah yang jualan ayam tea ya. Kapan-kapan mau ah pesen ayamnya. Siapa tahu ini yang ada di pikiran mereka, jadi inget sama jualan kita.

Seperti ini penampakan status WA yang bisa kita lihat (foto kanan). Status yang sudah kita lihat akan pindah ke bawah dan sudah ditandai terlihat. Pada gambar sebelah kiri adalah profil WA saya pada Whatsapp biasa (bukan Whatsapp Bisnis).

laris jualan lewat status whatsapp
Kiri: profil pribadi di WA. Kanan: status/story

Punya banyak nomor kontak supaya target semakin banyak orang yang melihat status kita tercapai. Bukan sekedar status dapat terlihat, kelak dengan nomor kontak tersebut kita juga bisa broadcast jualan. Jadi makin luas kan jangkauannya.

Broadcast jualan adalah mengirim pesan untuk beberapa nomor kontak sekaligus. Misalnya penawaran promo panci yang dikirim ke banyak nomor kontak ibu-ibu. Jadi, sesuai target marketnya ya. Jangan kirim pesan promo panci ke nomor bapak-bapak atau anak remaja.

2. Gunakan Whatsapp Bisnis

Whatsapp yang biasa dipakai sehari-hari adalah Whatsapp biasa. Ada aplikasi sodaranya yaitu Whatsapp Business (WA Bisnis). Sesuai namanya, WA Bisnis dipakai untuk berjualan. 

Nggak harus jualan barang, para influencer media sosial juga banyak yang menggunakan WA Bisnis. Akun resmi pemerintah juga pakai. WA Bisnis membuat kita jadi lebih profesional.

Keuntungan menggunakan WA Bisnis: 
  • * fitur balas otomatis pada chat
  • * fitur sapaan otomatis 
  • * bisa menampilkan katalog produk di profil
  • * lebih profesional
Berikut tampilan profil dan fitur pada Whatsapp Bisnis milik saya. Yaitu akun merk Daima Chikin yang digunakan untuk berjualan ayam kampung potong.

laris jualan lewat status whatsapp
Profil dan fitur Whatsapp Bisnis

Lebih lanjut tentang fitur dan cara menggunakan Whatsapp Bisnis tidak akan saya bahas di sini. Nanti ngulik sendiri aja ya :)

3. Cara Membuat Status Jualan

Sudah punya banyak nomor kontak yang bisa saling melihat status WA, waktunya update status jualan. Aseek! Etapi ada caranya juga lho biar status WA kita nggak berkesan jualan banget. 

Jangan terlalu sering update status jualan. Kebayang kalo isi status kita foto atau update barang dagangan terus sampe bentuknya titik-titik gitu. Bakal capek deh buat yang melihat. 

Berbagai format status WA untuk berjualan:
a) Tulisan polos dengan latar warna kontras. 
    Isinya berupa informasi produk. Meliputi jenis produk, harga produk,
    kelebihan produk, dan cara pemesanan.
b) Foto produk saja. 
    Ini agak garing sih. Info produk tetap harus ditulis di statusnya ya 
    (kalau tidak sempat diedit menambahkan tulisan pada foto).
c) Tulisan dan foto produk. 
    Pilih gambar yang bagus dan tulisan yang menarik perhatian pembeli.
d) Poster produk. 
    Yaitu foto produk yang didesain khusus berikut tulisannya. 
    Bisa membayar desain grafis atau dikerjakan sendiri.

laris jualan lewat status whatsapp
Format status Whatsapp untuk berjualan

Oia, ketinggalan satu lagi: video singkat. Bisa tentang produk, seputar tempat usaha, atau testimoni. Tapi ini jarang saya lakukan kalau nggak singkat banget. Karena info cenderung terlewat dan kita harus menulis caption agak panjang lagi untuk menjelaskan. 

Menurut saya video agak merepotkan untuk promosi produk karena waktunya yang singkat. Kalau mau lihat lagi, orang harus scroll balik. Saya sendiri malas scroll balik saat melihat video jualan orang lain. Itu sih saya ya. Mungkin buat orang lain tidak. Selera saja mau pakai video atau tidak.

Kapan waktu yang tepat untuk posting status Whatsapp jualan? 
* Posting setiap 2 sampai 3 jam sekali
* Utamakan posting pada waktu istirahat yang biasa digunakan orang 
   untuk membuka Whatsapp. Yaitu pada pukul 12 siang, 5 sore, 
   dan 7 malam.

Supaya pemirsa (ciee pemirsa) nggak jenuh dengan status kita, jangan melulu posting barang dagangan. Selingi dengan postingan status Whatsapp lainnya. Misalnya: 
* Postingan motivasi.
  Bisa foto pemandangan dengan kata-kata mutiara atau sekedar tulisan
  saja. Tulisan dari ayat suci Al Qur'an yang menyejukkan hati juga bisa 
  jadi pilihan.
* Postingan lucu. 
  Bisa kejadian lucu yang baru dialami, gambar atau meme lucu sesuai
  target pasar (kalau kontak kita kebanyakan emak-emak ya update
  seputar keseharian ibu rumah tangga).
* Postingan curhat boleh asal jangan terlalu pribadi dan ngegalau banget
  apalagi sampai menyindir orang lain.

Berikut adalah contoh status receh dari kegiatan masak di dapur sehari-hari, yaitu pamer masakan hari ini hehehe....

Status menu hari ini di dapur saya alias Dapur Ngebut

Perlu juga lho, kita merancang desain status Whatsapp. Supaya tampilannya menarik perhatian. Caranya adalah:
1) Gunakan aplikasi yang bisa diunduh di smartphone seperti Canva,
    Photogrid, StoryArt, dan sebagainya.
2) Ukuran gambar untuk standar WA story adalah 750 px x 1334 px 
    atau 9 x 16 (ukuran di smartphone). Bisa juga ukuran lain yang nanti
    tidak akan tampil penuh di layar ponsel.
3) Gabung 2 atau 4 foto produk dalam 1 frame. Ini supaya bikin status
    nggak kebanyakan. Pakai aplikasi Photogrid. Jadi sekali lihat ada
    beberapa produk sekaligus. Usahakan yang sejenis. Misalnya produk
    gamis, dalam 1 frame diampilkan 4 pilihan motif atau contoh model.
4) Tulisan besar, singkat, dan jelas. Jangan kekecilan sampai harus
    dizoom dulu. Orang udah males duluan bacanya.
5) Gunakan kata-kata yang menarik perhatian. 
    Misalnya: OPEN RESELLER, PROMO, POTONGAN HARGA, DISKON, 
    HANYA HARI INI, HADIAH GRATIS. dan sebagainya. 

Ini adalah contoh status yang saya buat dari aplikasi Picsart. Gambarnya juga bisa ambil dari aplikasi tersebut. Olah tulisannya saya pakai aplikasi Phonto.

Foto dari Picsart, tulisan dari Phonto

Sedangkan untuk jualan, favorit saya adalah mengedit foto produk dengan aplikasi Canva. Berikut adalah contoh desain promosi jualan yang saya buat dengan menggunakan aplikasi Canva. Bisa digunakan di smarphone atau komputer. Saya lebih suka via komputer atau laptop, karena lebih leluasa.

Format desain pertama berupa flyer memang sengaja tidak berukuran 9:16 karena untuk dishare di Instagram, juga untuk reseller. Sedangkan yang kedua berukuran lebih besar untuk menuhin layar pas status dibuka :D

laris jualan lewat status whatsapp
Contoh flyer untuk promosi sosmed dan reseller


laris jualan lewat status whatsapp
Poster untuk promosi di Status Whatsapp

Kalau sudah rutin membuat status Whatsapp yang menarik bahkan menghibur, tidak menutup kemungkinan banyak yang menantikan status kita tayang, lho.

laris jualan lewat status whatsapp
Contoh status WA kegiatan sehari-hari

Bukan nyombong, saya sendiri sudah membuktikannya. Saya kerap membagikan kegiatan sehari-hari saya di status Whatsapp. Sebagai ibu rumah tangga sekaligus blogger, saya terlihat 'ajaib' di antara ibu-ibu tetangga dan kenalan dekat. 

Kadang mereka jadi kepo kerjaan saya ngapain aja, hehe. Setidaknya mereka jadi tahu kalau saya adalah blogger. Banyak yang minta diajarin ngeblog. Juga minta tolong produk jualannya untuk difoto oleh saya. 

Dengan Status Whatsapp, saya bisa branding sekalian promosi postingan blog terbaru. Lumayan kan kalau ada yang klik, pembaca blog saya bertambah. 

Oia, pada Status Whatsapp, link bisa diklik jika kita posting tulisan dengan latar polos. Jadi biasanya saya share gambar berikut judul postingannya, lalu di caption ada tulisan: link postingan ada di status berikutnya. Kemudian saya posting tulisan judul dan link blog di status dengan latar polos.
laris jualan lewat status whatsapp
Branding sekaligus promosi blog

Postingan status saya seputar kegiatan blogger berupa event blogger, link blogpost terbaru,  dan endorse produk. Postingan hobi yaitu memotret (khususnya makanan). Berpadu sebagai food blogger, kegiatan memotret makanan dan hasilnya juga saya jadikan status. Oia saya juga membagi kegiatan kelas foto yang sedang diikuti, berikut hasil latihannya.

"Status Mama seru," kata salah satu guru yang saya temui di sekolah. Jujur saya kaget dan nggak nyangka dapat respon seperti itu. Seneng pastinya dan saya pun langsung berterima kasih. Jadi semangat untuk terus nytatus hehehe.

Siapa saja yang sudah melihat status Whatsapp? Untuk mengetahuainya, klik ikon mata yang ada dibawah status. Nanti kelihatan siapa saja yang sudah melihat status kita. Ini bisa jadi feedback buat kita, lho. Setidaknya pas posting jualan, kita tahu siapa saja yang melihat.

4. Cara Mudah untuk Dihubungi Konsumen

Setiap share status Whatsapp, jangan lupa cantumkan nomor Whatsapp untuk dihubungi. Atau tulis caption dengan kalimat: boleh japri bagi yang berminat. 

Sebaiknya jangan berikan link Whatsapp, cukup ketikan nomor kita saja. Pada profil, lengkapi identitas Whatsapp agar mudah diingat dan ditemukan oleh pelanggan. Caranya dengan memasang foto profil yang unik sesuai produk yang anda jual. 

Kesimpulan

Laris jualan lewat Status Whatsapp hasilnya tidak instan. Kalau mau lebih laris lagi, rajin-rajinlah mantengin status Whatsapp orang lain dan japri berkomentar. Makin banyak japrian makin bagus, karena berpeluang status kita banyak dilihat. 

Jujur, saya nggak setelaten ibu-ibu lain yang rajin mantengin status Whatsapp. Inilah sebabnya saya gagal lulus di kelas Optimasi Whatsapp karena saya nggak bisa menuhin tugas untuk mantengin dan membalas 30 status setiap hari. Aseli nggak bisa bagi waktunya :P

Jangan lupa, buat status Whatsapp yang menarik. Kalau bisa menggoda orang lain untuk membelinya (tapi jangan maksa ya). Selingi status jualan dengan status motivasi atau status receh yang menghibur. Posting status jualan pada jam istirahat dan jangan terlalu banyak agar tidak membosankan.

Boleh broadcast jualan jika sudah japrian sebelumnya, ya. Ibarat minta ijin dulu. Jika belum japrian, nanti bisa dianggap spam. Terus, kalau habis broadcast nggak dibalas juga nggak apa-apa. Siapa tahu suatu saat nanti pas mereka butuh akan menghubungi kita untuk membeli.

Terakhir, jangan lupa untuk merawat konsumen setia kita. Beri sapaan rutin pada pelanggan. Memang butuh banyak waktu untuk membuat laris jualan lewat status Whatsapp. Konsisten dan sabar ya, Insha Allah hasil baik akan menanti. Semangat berjualan dan semoga berkah.


48 comments :

  1. Sekarang udah banyak banget yang jualan lewat whatsapp, apalagi sekarang status whatsapp dipenuhi dengan produk-produk. Hemm, pastinya bikin tergiur kalau setahuku juga ada review dann testimoni yang pasti gak diragukan lagi untuk pembeli.

    ReplyDelete
  2. Selama pandemi makin banyak temen yang jualan di status whatssapp. tapi jujur saya suka yang jualannya ngga hardcore. Seringkali ada yang storynya kayak jahitan jarum jelujur. kalau yang begitu biasanya justru saya skip, hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. habis jarum jelujur, terus titik-titik saking banyaknya :D

      Delete
  3. Keren Mbak Inna, semoga laris manis jualan lewat status WA-nya. Jujur saya baru tahu lho..ya ampun, soalnya saya jarang nyetatus di WA dan juga jarang baca status kontak saya. Ini bisa jadi ide nih buat sharing update blog
    Makasih sudah berbagi ilmu ya:)

    ReplyDelete
  4. Iya memang, banyak teman saya yang menggunakan status atau story wa untuk berdagang. Saya belum coba mengganti ke whatsapp bisnis nih, Mba. Belum punya jualannya.. hahah... jadi mau coba deh akun wa bisnis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada blogger yg pake wa bisnis lho mba ade, kan produk kita ya blog hehe... lupa namanya siapa :)

      Delete
  5. saya kadang-kadang aja mama Inna buat status WA, pas pengen blog ada viewnya hihihi, kadang mayan juga masuk dari status WA. kalau buat bisnis belum kepikiran, tapi memang efektif juga ya, karena kebanyakan kontak kita kan yang kita kenal yaa. Tapi kadang kesel juga yang gak kenal tiba-tiba nyelonong ngasih penawaran hihihi tapi ada juga sih yang sopan :-) makasih inspirasinya mama Ina. sukses ya buat bisnis ayam kampungnya. nanti coba aku kasih tahu suamiku yaa, dia biasanya suka juga makan ayam kampung. cuma saya bisa gak ya ngolahnya hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi mamah shaki, aamiin.
      gampang kok olah ayam kampung, cuma waktunya emang lebih lamaan dikit drpda masak ayam biasa :D

      Delete
  6. Jualan lewat story WA memang paling mudah dan banyak peminatnya. Temen-temen saya juga gitu, setiap hari share status WA isinya photo jualan.

    ReplyDelete
  7. Saya juga salah satu yg ga pernah lihat status teman di wa nya. Pun termasuk yg gak pernah bikin status di wa sendiri. Kalaupun buat, ga akan ada yg baca kali ya, teman saya ga banyak hahaha...

    ReplyDelete
  8. Dulu aku kesal banget kalau orang bilang, save nomernya wiih ternyata segitu pentingnya status WA untuk jualan ya, asyik juga nih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya itu lagi minta ijin secara halus biar statusnya keliatan kalo kita save balik :D

      Delete
  9. Saya termasuk telat ngerti bahwa banyak juga orang yang suka mantengin dan membalas status WA. Pertama tahu fitur itu, saya mikir, ih ngapain juga bikin status di WA. Tapi ketika saya coba bikin status (kayaknya udpdate blog), eh ada yg koment. Wah...berarti emang ada yg lihat hahahah..
    Makasih utk berbagi tips ini mama inna. Saya baru memulai hobi craft. Mudah2an nanti bisa lebih komersil dan pasti jd butuh tips ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama dong... akupun tadinya ga anggep penting status wa. setelah dipake jualan, jadi update status wa mulu deh hihihi
      masama mba lisdha, moga lancar untuk craftnya :)

      Delete
  10. Tipsnya mantap banget Mbak Inna. Lengkap dan bermanfaat. Semoga lewat status Whatsapp, barang jualan jadi makin laris manis ya. Pas banget hari ini aku menyapa kenalan lama yang jualan baju ala-ala Korea gitu. Pas udah japrian, eh status WA dia muncul, dan aku bisa lihat postingan2 jualan dia. Ini padahal aku yang japri, sebagai pembeli. Bukan dia sebagai penjual. Ternyata jadi bisa liat statusnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nahkann jadi keliatan keliatan setelah japrian :D
      makasi mbaaa

      Delete
  11. wah iya mak bener banget deh, WA status itu jadi pintu buat menggaet customer baru, aku yang gak jualan aja kalo share barang apapun di status WA ada aja yang nanya dan pengen beli

    ReplyDelete
  12. Aku termasuk yang suka mantengin dagangan temen via status wa.. pengen liat aja update barang jualan mereka. Kadang kalau info libur atau barang baru suka di up di status wa dulu sih dr pada di medsos lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul... pada seneng update di status duluan. malah kadang abis duluan sbl diuplot di medsosnya :)

      Delete
  13. Apa saya aja ya di sini yang tidak pernah kepo dengan status WA teman-teman di kontak HP. Update status pun nggak pernah haha. jadi pengen ngecek lagi kondisi status WA teman-teman kontak di HP ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbaa... aku juga ga lirik yg namanya status wa. gegara jualan, jadi butuh dan nytatus deh :D

      Delete
  14. aku juga masih menggunakan WA status buat jualan mba alhamdulilah 1-2 customer tertarik kalau untuk japrian jarang sih mba :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. mantapp... moga makin laris manis ya mba herva, aamiin

      Delete
  15. Kakakku nih kalau jualan ya lewat status Whatsapp. Yang dijual baju, kaos, sejenis itulah. Kalau aku tipe yang kurang suka lihat status. Jadi mungkin gak bakal terpengaruh 😁

    ReplyDelete
  16. Aku termasuk jarang liatin story WA, tp suka nyetatus receh2 hehe
    Hahaha tetangganya lucu amat sih mbak sampai berantem di status gtu. Tp emang bener mbak ada banyak org yg suka liat2 status WA gtu jd emang potensial but jualan atau nyetatusin hal lain ya. Aku pribadi tu hampir gk pernah cerita kegiatan ngeblog krn males dikepoin org di dunia nyataku haha
    Mungkin kalau aku punya usaha jg kyk mbak Inna bakalan sering makai status wa jg utk jualan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah pergaulan tetangga dan emak2 sekolahan hahaha
      hyuk jualan, pril :P

      Delete
  17. Kak Inna...
    Kalau bikin catalog di WA gitu gimana caranya?
    Aku suka penasaran kalau di wapri duluan sama temen yang jualan makanan frozen food bikinan doi, trus katalognya lengkap banget.

    Takjub dan selalu pesen lagi dan lagi, selain lewat status WA.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bikin katalog cuma bisa di WA Bisnis. Buka setting. Ada fitur Business tools, nanti muncul menu catalog, langsung deh uplot foto produk plus infonya

      Delete
  18. Pantesan di WA Story saya lihat banyak yang jualan. Ternyata memang efektif banget, ya. Boleh juga dicoba tipsnya. Sukses terus jualannya ya, Mbak.

    ReplyDelete
  19. yah,teman saya menikmati bangetjualan via WAini, sangat membantu. kalo saya masih campur sih, mana yang mau saya bagikan informasnya, tapi saya usahakan status gak pernah kosong, kadang bebagi nasihat para ulama aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. status berbagi nasihat bermanfaat buat orang lain, dan bisa jadi ciri khas mba milda untuk dinantikan statusnya :)

      Delete
  20. Wuih keren. Kudu banyak belajar deh. Iya banget, visual memang penting. Soalnya kadang pusing dan bosen dengan iklan di status WA yang cuma pake gambar dari katalog. Bukan gak boleh. Sesekali aja. Kalo visual dan kata2nya menarik kan asyik ya. Persuasif ke calon pembeli.

    ReplyDelete
  21. iya pembeli pertama emang teman di wa menurutku
    cuma mba kurangnya ya aku itu pgn terpisah sama yg biasanya aku pakai cuma ya gitu nanti teman2ku ga tau aku jualan kalau nomernya baru xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. pada gercep soalnya yaa :D
      nomernya yaa harus setia pake yg ituh

      Delete
  22. Sementara saya hentikan jualan lewat status WA karena saya sedang tidak bisa menghandle orderan karena status WA paling cepat mendatangkan pembeli

    ReplyDelete
  23. Aku termasuk yang jarang lihat status WA. Kalaupun melihat biasanya orang-orang tertentu atau dagangan yang benar saya nantikan dagangannya. Nah kan? ternyta pedagang pun saya rindukan statusnya. Hahahhaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. palagi kalo dah jadi langganan. pasti kangen mulu sama statusnya hehe

      Delete
  24. Jualan lewat status WA ini emang udah terbukti bisa bantu ningkatin penjualan sih Mak. Temen-temenku yang bisnis buku dan mainan anak sering publikasi lewat status WA dan memang laris banget dagangannya. Dengan pake video pun juga jadi makin meyakinkan dan menjual.

    ReplyDelete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^

Back to Top