Friday, January 5, 2018

15 Tanda Orang Berpikiran Negatif yang Harus Dihindari


15 Tanda orang berpikiran negatif yang harus dihindari. Mengapa orang berpikiran negatif harus kita hindari? Tentu saja. Keberadaan mereka membuat interaksi sosial menjadi tidak nyaman. Jika terus berinteraksi dengan orang yang berpikiran negatif, maka dijamin anda pasti sering makan hati. Namun bagaimana jika situasi tidak memungkinkan untuk menghindar? Nanti saya kasih tips bagaimana caranya tetap bisa berinteraksi dengan orang-orang berpikiran negatif tanpa sakit hati.

Sebelum lebih lanjut membahas tentang orang berpikiran negatif. Saya mau ngetes dulu. Coba lihat gambar berikut. Apa yang terlintas di benak anda? Gelas setengah penuh? Atau gelas setengah kosong?

Gelas setengah penuh atau setengah kosong?

Jika jawabannya adalah gelas setengah penuh, maka anda tergolong orang yang optimis alias berpikiran positif. Sebaliknya, jika jawabannya adalah gelas setengah kosong, maka anda tergolong orang yang pesimis alias berpikiran negatif. 

Wajar dan manusiawi jika kita punya pemikiran positif dan juga negatif. Namun jika pikiran negatif yang mendominasi, hidup kita tidak akan bisa tenang. Banyak hambatan yang akan terjadi. Juga, banyak pencapaian yang seharusnya berhasil justru kandas di tengah jalan karena pikiran negatif kita sendiri. Dalam agama Islam, pikiran negatif sering juga disebut sebagai suudzon, yaitu berprasangka buruk. Sedangkan berprasangka baik disebut khusnudzon.

Pesimis dalam segala hal? Duh, jangan sampe deh! Tapi, tahu nggak sih... ada orang yang bisa pikiran negatif sepanjang waktu bahkan seumur hidupnya! Biasanya, mereka adalah orang yang punya rasa percaya diri rendah, kurang sukses di lingkungannya, dan kurang punya pengalaman berinteraksi dengan orang lain secara profesional (jika bekerja, dia adalah rekan kerja yang buruk).

(gambar dari Pixabay, edit Photoscape)
Coba ingat sejenak, apakah di sekitar anda ada orang-orang yang berpikiran negatif? Pasti ada! Atau, jangan-jangan... justru anda sendiri termasuk orang yang berpikiran negatif? Eits, jangan marah dulu. Saya nggak nuduh, kok. Justru saya mau ngaku kalau saya sendiri adalah mantan orang yang berpikiran negatif. 

Terus, sekarang gimana? Alhamdulillah, saya akhirnya menyadari kalau sikap saya tersebut tidak baik untuk diri saya dan orang-orang di sekitar saya. Saya juga bersyukur, saya belum sampai tahap PARAH yang sulit untuk diubah. Satu-satunya yang membuat berubah hanya kemauan dari diri sendiri.

Berdasarkan pengalaman saya (mohon koreksi jika salah), orang-orang berpikiran negatif itu sebenarnya TIDAK TAHU kalau tindakan mereka itu tidak baik dan bisa menyakiti orang lain. Bagi mereka, justru merekalah korban yang harus diperhatikan. 

Sulit, sangat sulit berinteraksi dengan orang berpikiran negatif. Terutama mereka yang nggak sadar dirinya punya pikiran negatif. Ibarat racun, sering berinteraksi dengan orang berpikiran negatif akan membawa pengaruh buruk untuk diri kita sendiri. Kita bisa capek hati karena terbawa suasana, jadi bingung untuk menanganinya, bahkan ada yang sampai ikut-ikutan terbawa pesimis. 

15 tanda orang berpikiran negatif yang harus dihindari:


1. Cemas berlebihan
Ketika menerima kabar buruk atau situasi yang tidak menyenangkan, mereka akan bereaksi dengan merasa cemas secara berlebihan. Kadang disertai drama sehingga terkesan lebay. Sikap ini bisa memperparah situasi karena bisa mempengaruhi orang lain jadi ikut cemas juga.

2. Suka mengatur dan mengintimidasi orang lain
Merasa superior dengan suka mengatur orang lain. Ini tidak berlaku pada orang yang mereka segani. Justru terhadap orang yang disegani, mereka akan bersikap manis dan penurut. 
Kepada orang yang dianggap lebih rendah derajatnya, orang berpikiran negatif tidak segan mengintimidasi. Misalnya pada anak sendiri, pembantu rumah tangga, tukang jualan,dan teman-teman yang dianggap punya kelas lebih rendah darinya. Kepada pembantu misalnya, mereka akan diperlakukan seperti budak dan harus menuruti segala perintahnya. Jika tidak, jangan harap bisa hidup tenang tanpa caci maki.

3. Sering mengeluh dan tidak pernah bersyukur
Orang berpikiran negatif selalu memandang segala hal dari sisi yang buruk. Seperti pandangan gelas setengah kosong. Bukannya bersyukur ada minuman yang bisa dinikmati walau cuma separuh orang berpikiran negatif justru akan kesal duluan karena air dalam gelas itu kurang penuh. Jadilah dia tidak menikmati minuman itu dengan sepenuh hati. 
Jadi, orang berpikiran negatif tidak pernah bersyukur dan sering mengeluh. Misalnya sudah punya mobil tapi masih mengomel karena kesal belum bisa menambah koleksi dengan mobil model terbaru. Atau jika diberi hadiah akan mencibir karena menurutnya hadiah tersebut jelek dan bahkan menuduh si pemberi hadiah sedang meledeknya.

4. Selalu ingin jadi pusat perhatian
Orang berpikiran negatif senang menjadi pusat perhatian. Setiap ada pertemuan, dia akan mencemaskan penampilannya dan mati-matian ingin terlihat menarik di depan banyak orang. Dia benci melihat ada orang lain dipuji dihadapannya.
Dalam interaksi dan percakapan, orang berpikiran negatif selalu ingin mendominasi. Jika perlu, adegan drama bak sinetron pun akan dilakoninya demi membuat orang lain memperhatikan dirinya. Misalnya: membual tentang kekayaannya, memamerkan kecantikannya, dan marah karena alasan sepele lalu melampiaskannya secara berlebihan (persis kayak di sinetron yang suka melotot, menjerit, dan nangis bombay).

5. Punya dunia sendiri
Bagi orang berpikiran negatif, dunia berpusat pada diri mereka. Dunia mereka adalah dunia yang penuh penderitaan. Mereka tidak bisa melihat dunia lain dimana ada orang yang lebih susah dan menderita dibandingkan dirinya. Dalam pikirannya: saya adalah orang paling menderita di dunia, patut dikasihani dan harus diperhatikan oleh semua orang. 

6. Tidak punya empati terhadap orang lain
Orang berpikiran negatif tidak peduli pada orang lain, tidak punya rasa empati. Mereka hanya peduli pada diri sendiri, tidak peduli dengan kondisi orang lain yang sedah kesulitan. Misalnya: marah karena pembantu sakit dan tidak masuk kerja, ketika si pembantu datang malah diomeli dan bukan ditanya bagaimana kondisinya.
Orang berpikiran negatif merasa tidak perlu memikirkan keadaan orang lain. Bahkan ada yang berpikiran seperti ini: "Ngapain gue mikirin orang lain? Toh mereka nggak mikirin gue!" Jadi, mereka maunya orang lain peduli sama dia duluan baru deh dia mau peduli balik. Itu juga kalau mau peduli, dia ngitung dulu untung ruginya.

7. Selalu mencari kambing hitam
Untuk kesalahan yang dilakukannya, orang berpikiran negatif tidan mau bertanggung jawab dan lebih suka mencari kambing hitam. Bukan itu saja, untuk SETIAP masalah atau peristiwa buruk yang menimpanya, dia akan menuduh satu orang sebagai penyebab dari penderitaannya tersebut. Dia ingin selalu tampil bak manusia yang tanpa cela. Berbuat salah jangan sampai ketahuan, biar saja orang lain yang menanggung akibatnya.
Jika dalam keadaan terdesak karena disudutkan orang lain, orang berpikiran negatif akan bereaksi berlebihan saat mengaku salah. Misalnya nangis bombay atau menjerit histeris sambil mengakui kesalahannya. Dengan demikian, orang lain jadi tidak tega dan memafkannya.

8. Tidak bisa memaafkan dan penuh dendam
Jika ada yang melakukan kesalahan pada orang yang bepikiran negatif, you're dead man! Kesalahan tersebut tidak akan pernah dimaafkan! Besarnya rasa dendam yang disimpan bisa awet sampai puluhan tahun. 
Jika perlu, orang berpikiran negatif akan mengungkit-ungkit kesalahan tersebut bak kaset rusak yang diputar berulang kali. Tujuannya? Supaya orang lain terus merasa bersalah, mengiba meminta maaf, dan mengabulkan semua tuntutannya. Sayangnya, karena tidak mudah puas dan bersyukur, mereka akan selalu merasa kurang dan kembali mengungkit kesalahan tersebut agar tuntutannya dipenuhi terus menerus. Ini bisa jadi lingkaran setan yang tak berkesudahan.

9. Tergila-gila akan pujian
Orang berpikiran negatif haus akan pujian. Mereka senang dipuji akan kepandaiannya, kekayaannya, kecantikannya, dan sebagainya. Paling benci jika ada orang lain yang dianggap sebagai saingan. Kalau perlu, saingan tersebut akan dijatuhkan supaya pujian tetap tertuju padanya seorang.
Untuk menuai pujian, tidak jarang mereka akan membual. Bercerita betapa banyak uang yang dimilikinya, deretan wanita yang mengejar-ngejar dirinya, dan sebagainya. Makin sering dipuji, makin banyak hal yang dipamerkan oleh orang berpikiran negatif.

10. Mudah iri terhadap kesuksesan orang lain 
Ada yang lebih sukses? Lebih cantik? Lebih pintar? "Cuih, lu bukan apa-apanya gue!" kira-kira seperti itu yang ada di benak orang berpikiran negatif. Jangan sesekali memuji kelebihan orang lain di hadapan mereka. Mereka bakal marah lalu mengumbar kelebihannya sendiri. Jika sungkan karena ada orang yang dihormati, paling yang kelihatan adalah bibirnya maju, menandakan ia sedang mencibir. 
Saya pernah mendampingi orang seperti ini dalam acara pertemuan keluarga besar. Ketika ada orang lain memuji penampilan saya, beliau yang berpikiran negatif marah lalu bicara di belakang menjelek-jelekan saya. Pada pertemuan berikutnya, saya berdandan seolah saya adalah pembantunya. Beliau puas karena pujian baju indah dan kecantikan ditujukan padanya, bukan pada saya.

11. Senang melihat orang lain susah
Karena benci melihat kesuksesan orang lain, orang berpikiran negatif akan senang melihat orang lain yang sedang kesusahan. Contoh komentarnya adalah: rasain, sukurin, belagu sih lu, makanya jangan coba-coba nyaingin gue. Ketika orang lain susah, kesannya tidak ada yang bisa dibanggakan lagi. Dengan demikian, orang berpikiran negatif merasa saingannya sudah pergi dan mereka yang akan jadi pusat perhatian. Misalnya melihat tetangga bangkrut karena ditipu, orang berpikiran negatif akan kegirangan karena si tetangga jadi lebih miskin darinya.

12. Tidak mau menerima nasehat bahkan kritik
Menasehati orang berpikiran negatif? Yakin didengerin? Kelihatannya menyimak, tapi kenyataannya mereka sedang mencibir di dalam hati, bahkan mengutuk sang pemberi nasehat. Contoh: dinasehati dokter tidak boleh makan roti karena sedang diet gula, sampai rumah langsung ngomel dan tetap makan roti.
Tidak jarang, mereka justru akan marah dan mengamuk saat dinasehati. Apalagi dikritik ya, bisa ngancurin rumah kali saking marahnya. Eh, itu mah orang berpikiran negatif yang sering saya hadapi. Cuma dinasehatin sedikit saja langsung ngancem akan mempermalukan saya di depan umum.

13. Suka memperkeruh suasana
Tiada hari tanpa drama untuk memperkeruh suasana. Itulah yang selalu dilakukan oleh orang berpikiran negatif. Hal-hal kecil saja bisa menjadi besar. Masalah sepele bisa menjadi rumit. Mereka menikmati keributan tersebut setiap hari agar selalu menjadi pusat perhatian. 
Misalnya: ada anak kecil tidak sengaja merusak perabotannya. Orang berpikiran negatif akan marah, tidak akan memaafkan dan menyindir orang tua si anak yang dianggapnya brengsek. Kemudian masalah merembet kemana-mana. Akhirnya jadi ribut dengan orang tua sang anak.

14. Pandai bersilat lidah dan merangkai kata sindiran
Lontaran kata-kata dari orang berpikiran negatif bisa membuat kita terperangah. Ucapannya di luar dugaan dan mampu menyayat hati. Membuat orang lain tersindir, sakit hati, bahkan terpuruk. Kata-katanya begitu pedas dan menjatuhkan. Kesalahan kecil saja bisa diomeli seolah sudah melakukan dosa besar. Jika mengomelnya dikolaborasikan dengan adegan bak drama, makin puaslah batin si pikiran negatif karena bisa menjatuhkan orang lain.

15. Benci perubahan
Orang berpikiran negatif tidak mau berubah. Dalam pikirannya, jika berubah pasti keadaan menjadi buruk alias sudah pesimis duluan. Karena itulah, mereka juga tidak punya motivasi untuk menjalani hidup di masa mendatang yang lebih baik. 
Jika membuat sebuah rencana, orang berpikiran negatif sudah takut duluan. Takut tidak bisa terlaksana. Begitu banyak kata 'tapi kalau jadi begini gimana' yang menghambat kemajuan. Akhirnya, malah bikin plan B dan C sebagai cadangan. Bikin tambahan rencana bukannya jadi tenang malah tambah panik. Hadeuh... ini saya banget dulu!

Cara untuk Mengubah Pikiran Negatif

Gimana pendapat anda setelah menyimak 15 tanda orang berpikiran negatif di atas? Nyebelin? Serem? Bayangkan jika harus ketemu dengan orang seperti itu setiap hari. Atau bahkan hidup serumah bareng dengan orang berpikiran negatif? Selama mereka nggak banyak bikin huru-hara, berarti hidup anda masih aman. Tapi jika sudah kehadiran orang berpikiran negatif sudah mempengaruhi pikiran bahkan alam bawah sadar... itu artinya anda butuh bantuan segera! 

Apa yang terjadi jika justru orang tua kita sendiri yang punya pikiran negatif? Sebagai anak yang selalu meniru orang tua, sudah pasti pola pikir kita juga ikut terpengaruh menjadi negatif. Betul tidak? Ternyata, nggak selalu lho. Selama anak tersebut dididik dengan pola asuh yang benar dan mendapat curahan kasih sayang, maka pengaruh negatif bisa diminimalisir. 

Dalam kasus saya, pikiran negatif timbul akibat pola asuh orang tua. Ini hanya terjadi pada saya dan tidak pada kedua saudara saya karena... saya berbeda. Terus, bagaimana caranya saya bisa berubah? Bukankah orang berpikiran negatif sulit untuk berubah? Hanya satu jawabannya: kesadaran sendiri. 

Kenapa saya berubah? Saya sadar bahwa tindakan saya salah dengan selalu berpikiran negatif. Kemudian, saya banyak mengevaluasi diri. Banyak belajar dari masa lalu, dengan tidak ingin mengulangi pola asuh yang sama seperti yang saya alami. Dukungan suami dan lingkungan keluarganya yang penuh cinta membuat saya mau membuka diri dan berani untuk bersikap optimis.

Sekali lagi saya ingatkan, tidak mudah untuk mengubah orang berpikiran negatif. Hanya kesabaran luar biasa yang bisa menaklukkan hati keras mereka. Jadi, supaya aman dan pikiran kita tetap waras, sebaiknya menghindar saja daripada larut dalam situasi yang keruh.

(gambar dari Pixabay, tulisan dari Quotling.com)

Ya enak kalau bisa menghindar. Kalau nggak bisa karena setiap hari ketemu dan berhubungan langsung gimana? Misalnya rekan sekantor, teman main, atau bahkan anggota keluarga sendiri? Jika semua usaha sudah dilakukan dan si pikiran negatif tidak mau berubah, langkah terakhir adalah: cuekin aja dan pasrah. Cuekin alias jangan dimasukkan ke hati semua perilaku negatif yang diterima. Pasrah dan banyak berdoa. Semoga Sang Maha Membolak-balik Hati bisa mengubah perilakunya menjadi lebih baik.

Balasan untuk Orang Berpikiran Negatif

Balasan untuk orang berpikiran negatif. Lho, kesannya hidup ini ada pembalasannya. Bukan begitu. Mungkin boleh disebut sebagai dampak dari sikap pesimis yang selalu dilakukan oleh orang berpikiran negatif. Seperti yang kita ketahui, orang berpikiran negatif adalah orang yang tidak pernah bersyukur atas segala nikmat yang diterimanya. Selanjutnya dibahas dalam kutipan ayat suci Al Qur'an berikut ini:
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku)m sungguh adzab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim: 7)
Saya melihat dengan mata kepala sendiri apa yang terjadi pada orang-orang berpikiran negatif dalam hidupnya. Yaitu hampir semuanya mengalami penurunan kualitas hidup. Ada yang selalu mengeluh saat tinggal di rumah mewah (karena iri dengan tetangganya yang lebih kaya), kini hidupnya hanya tinggal di rumah kontrakan dan semua hartanya habis.

Ada yang benci setengah mati dengan seseorang meskipun orang tersebut memperlakukannya dengan baik, kini sehari-hari berhadapan dengan perlakuaan tidak nyaman dari orang lain. Ada yang kerap memfitnah orang lain dan mengumbar keburukannya, kini dijauhi oleh orang-orang terdekat yang peduli padanya. Dan masih banyak lagi.

Sejatinya, jalani saja hidup itu apa adanya. Itu yang saya lakukan saat ini. Biarkan semuanya mengalir karena itu adalah takdir dari Yang Maha Kuasa. Syukuri hidup ini selagi tubuh ini masih bernafas. Jangan sampai pikiran negatif mempengaruhi hidup kita. Buang semua pikiran negatif yang mengganggu. Jangan sungkan untuk menghindar dari orang berpikiran negatif yang akan menjadi racun dalam kehidupan kita.

(gambar dari NAK Indonesia)

Postingan ini adalah #KEBloggingCollab dari Kelompok Mira Lesmana untuk menjawab trigger dari Rosalina Susan pada tulisan di website Kumpulan Emak Blogger yang berjudul Mengenal Orang dengan 4 Watak Dasar Manusia.


5 comments :

  1. Wadhu serem ya bun klo berkepribadian negatif gitu. Terkadang sesekali ketika pikiran negatif menghinggapi saya. Saya suka cepet-cepet istigfar soalnya pikiran negatif memberikan sugesti negatif juga k kita

    ReplyDelete
  2. Bersyukur emang jadi obat paling mujarab untuk menghilangkan sifat negatif ya mbak

    ReplyDelete
  3. Kita mesti terus berusaha menghindari kesemua sikap negatif ini dan berupaya jadi lebih baik ya Mbak. 😊

    ReplyDelete
  4. Kadang sifat2 itu ada mba di aku.. tp semoga persentasenya msh bnyk positifnya daripada negatifnya

    ReplyDelete
  5. Aku punya temen yang ciri2nya seperti diatas Maak, karena orangnya lempeng, dan ga mau ribet, lebih baik menghindar dan menjaga jarak, seperlunya saja hihii.
    Coz sifat negatif bisa menular sama kita yaa, atuut..

    ReplyDelete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^

Back to Top