Thursday, April 14, 2016

6 Cara Mudah Mengusir Tikus di Toko

www.innariana.com


"Bu, dus obatnya digigit tikus," lapor Mbak Titin, karyawan toko saya pada suatu hari. Duh, sebel banget sama hewan pengerat yang satu ini. Ternyata, pindah ke bangunan baru belum menjamin bakal bebas dari tikus. Dua lokasi toko sebelumnya masih sering didatangi tikus. Biasanya tikus datang pada malam hari, saat toko sudah tutup. Saat buka toko keesokan harinya, kelihatan deh beberapa barang berantakan dan 'oleh-oleh' berupa kotoran tikus, hiii!


Kalau cuma bikin berantakan mah, masih dimaafkan. Tapi sampai merusak dagangan? Haiyyaaa... owe bisa lugiii! Dus kemasan obat dirusak. Pinggirannya digigiti tikus. Terakhir, kemasan obat penurun panas yang digasak. Obatnya sih nggak dimakan. Mungkin sang tikus pas lagi nggak butuh obat panas. Dia lagi butuh obat batuk. Halah...

Baiklah! Kita perang! Engg.. pakai apa ya?

  1. Lem tikus? Belum tentu nempel (pengalaman). Kalau iya dan masih hidup, berani matiinnya? Ogah!
  2. Perangkap tikus? Idem. Saya takut lihat tikus yang masih hidup.
  3. Racun tikus? Katanya nanti tikus bakan mati di dekat sumber air. Belum tentu mati di dalam toko. Nggak ah, teuteup, saya takut lihat tikus kelojotan meregang nyawa.
  4. Alat pengusir tikus elektonik? Eh apa sih nama sebenarnya? Itu lho, yang pakai gelombang ultrasonik dengan frekuensi tertentu. Setelah dipasang, tikus nggak akan mau masuk ke dalam toko.
Oke, saya akan cari alat pengusir tikus elektronik itu, Di toko tetangga yang menjual peralatan listrik kayaknya ada deh. Saya pun pergi ke toko sebelah. Siap-siap dompet kebobolan. Pasti harganya mahal!

"Pak, ada alat pegusir tikus? Yang disetel lalu tikusnya pada kabur?" tanya saya.

"Wah, nggak ada, Bu. Emang di toko ada tikusnya? Di toko saya juga dulu ada. Sekarang nggak ada lagi karena dicari asalnya dari mana. Misalnya, dari lubang wc. Nanti lubang wc-nya ditutup saja pakai batu sebelum tutup toko." kata Papa Amel sang pemilik toko peralatan listrik.

"Oh? Gitu ya Pak? Saya nggak tahu tikusnya masuk dari mana," jawab saya.

"Coba saya lihat..." Papa Amel pergi memeriksa keadaan toko saya. 

"Nah, tikusnya bisa dari lubang wc. Kalau malam pintunya ditutup nggak?" tanya Papa Amel.

"Nggak ditutup, Pak. Soalnya nggak ada selot dari luar. Nanti saya coba ganjal pakai batu. Lubang wc-nya juga ditutup batu ya Pak?" 

"Iya, nanti tutup aja lubang wc-nya sekalian. Terus... tuh! Tikus juga bisa masuk dari sela-sela di atas rolling door situ!" Papa Amel menunjuk ke sudut plafon di atas rolling door. Wah, kalau bagian itu sih, susah buat ditutup. Terlalu tinggi! 

Benar juga sih. Tikus yang masuk dari celah di sudut plafon itu akan merayap ke atas etalase toko yang berukuran besar. Dari situ tinggal merambat turun, lalu mengacak-acak toko. Atau, jalan lain, tikus main serodotan dulu di kabel kulkas, turun ke atas kulkas, lalu jalan-jalan ke etalase di sebelahnya.

Saya suruh Mbak Titin (yang bertugas jaga toko sampai malam) supaya tidak lupa mengganjal pintu kamar mandi sebelum pulang. Sementara diganjal pakai batu yang ada di sekitar toko. Ternyata, keesokan harinya, pintu terbuka dan ada bekas gigitan di pinggir pintu. Ow, rupanya si tikus mengggigiti dan mendorong pintu hingga terbuka. Gagal! Harus cari batu yang lebih besar!

Pintu kamar mandi yang diganjal batu
Beres! Pintu kamar mandi bahkan lubang wc sudah diganjal batu besar. Tikus nggak bakal bisa masuk lagi deh! Sehari dua hari kelihatannya aman saja. Hari berikutnya, kemasan obat dimakan tikus lagi! Kotoran tikus juga ada lagi! Iyuuhh!

Ingat kata Papa Amel, tikus juga bisa masuk lewat atas. Ya, tikus-tikus ini pasti masuk dari celah plafon di atas rolling door! Duh, gimana caranya menutup lubang di atas sana ya?

Ada yang bikin saya nggak habis pikir. Bagaimana caranya tikus bisa masuk ke dalam etalase? Apakah ada lubang di belakang etalase? Atau... Mbak Titin kali nih! Lupa menutup rapat pintu kaca etalase. Tikus jadi masuk ke dalam etalase deh! Memang sih, beberapa kali saya mendapati pintu etalase yang terbuka saat saya bebenah toko pada pagi hari. Sudah pasti Mbak Titin lupa menutup pintunya.

Saya langsung menegur Mbak Titin. Mengingatkan agar dia jangan sampai lalai membiarkan pintu etalase terbuka lagi. Setelah itu, dagangan di toko pun aman dari  gigitan tikus. 

Ketenangan tidak berlangsung lama. Tikus beraksi lagi! Mereka tidak memakan dagangan saya, tapi meninggalkan 'oleh-oleh' di dalam etalase setiap hari. Setiap hari! Omaigat, apa nggak ilfil harus membersihkan hasil buangan mereka setiap hari? Tidak bisa! Kita perang lagi!

Tapi sekarang... perang pakai apa?

Saya bersemedi berpikir lagi tentang cara mereka bisa masuk ke dalam etalase. Coba lihat bagian belakangnya. Greeekk! Etalase saya geser satu per satu. Mengamati apakah ada lubang di sudutnya. Nggak ada tuh. Masa tikus siluman? Tikus sakti! Bisa nembus etalase!

Saat ngos-ngosan habis menggeser etalase, saya melihat sesuatu dari samping. Itu ada celah! Ya! Itu dia! Mengapa tidak terpikir sebelumnya ya? Celah sekecil itu... celah antara dua pintu kaca etalase di bagian tengah! Tikus masuk lewat situ! EUREKA!!! *lari2sambilberlumursabunmandi*ehbukan*salahadegan*

Lho? Celah itu kan ukurannya sempit banget. Lebarnya saja nggak sampe 2 cm. Hei, tikus kan mahluk yang bisa mengerutkan tubuhnya menjadi singset agar pas memasuki celah yang sempit. Saya memang belum pernah bertemu langsung dengan para tikus. Dilihat dari ukuran 'oleh-oleh'-nya, sudah pasti mereka itu tikus kecil. Beurit nyingnying istilah orang Bogor. Beurit nyingnying, awas ya! KA ME HAA MEE!!! Awas kamu ya! *kibarbenderaperang*

Sudah tahu mau pakai senjata apa? Saya pakai koran bekas! Koran bekas saya gunakan untuk mengganjal celah etalase. Kenapa koran bekas? Cari yang murah aja gitu loh. Apa saja bisa dipakai untuk mengganjal celah ini. Tapi usahakan dengan benda yang agak berbobot. Jika terlalu ringan, nanti tikus bisa dengan mudah menggesernya dan masuk ke dalam etalase. 

Seperti apa penampakan ganjal etalase dari koran buatan saya? Lihat pada gambar berikut:



Kertas koran untuk mengganjal celah etalase

Cara membuatnya mudah. Cukup menumpuk koran beberapa lembar, lalu gulung dan lipat. Selipkan di antara celah etalase. Jika masih longgar, tambahkan kembali koran di dalam gulungan. Sebaliknya jika terlalu tebal, kurangi jumlah lembaran koran. 

Ganjal koran sampai tidak ada lagi celah yang bisa dilewati oleh tikus. Sambung dengan gulungan koran lainnya. Gunting jika perlu untuk menyesuaikan ukuran. Berikut contoh pemasangan koran hingga tidak ada celah:


Ganjal dengan rapat. Jangan ada celah

Contoh pemasangan koran dengan sedikit celah yang masih terlihat. Jika ada tikus super imut, dia masih bisa nyempil lewat celah ini.

Masih ada celah. Kurang ke bawah sedikit

Hasilnya? Tikus tidak bisa masuk ke dalam etalase lagi! Alhamdulillah. Kita menang!!!

Eits, jangan senang dulu, meski tidak bisa masuk ke dalam etalase, para tikus ini masih sering main ke toko saya. Mereka numpang lewat dan tidak betah berlama-lama karena tidak ada yang bisa 'dikerjain'. Etalasenya udah ditutup! Rasain!

Saya tahu mereka masih ada. Kelihatan dari jejak kaki di atas kulkas yang setiap hari saya lap. Kabar baiknya: mereka nggak ninggalin 'oleh-oleh' lagi! Mungkin karena nggak betah berlama-lama main di toko saya. Nggak keburu mau ninggalin 'oleh-oleh'. Good... good... good!

Mau tahu kenapa tikus nggak betah main di toko saya? Karena toko saya bersih dari makanan atau sisa-sisa makanan. Cara yang sama bisa dipraktekkan juga di rumah. Intinya sih, tikus itu hewan jorok. Dia tidak suka segala sesuatu yang bersih. Jadi, rumah yang bersih dijamin bebas tikus. 

Berikut cara mudah dan murah untuk mengusir tikus dari toko tanpa obat dan perangkap (bisa dipraktekkan di rumah juga):
  1. Tutup semua jalan masuk tikus ke dalam ruangan.
  2. Jangan menaruh sampah sisa makanan di dalam toko. Buang sampah dulu sebelum menutup toko.
  3. Jangan menaruh makanan kemasan di toko. Makanan tersebut bisa menjadi santapan untuk para tikus. Bahkan makanan yang ditaruh dalam wadah tupperware juga bisa dimangsa oleh tikus.
  4. Menyapu bersih sudut ruangan toko, selipan lemari, etalase, meja. Usahakan selalu dalam keadaan bersih. Jika ditemukan 'oleh-oleh' disuatu sudut, segera buang dan bersihkan dengen cairan penghilang kuman seperti karbol. Bau karbol yang menyengat tidak disukai oleh tikus.
  5. Menutup rapat dus berisi makanan atau barang dagangan agar tidak digititi oleh tikus. 
  6. Menutup rapat celah lemari atau etalase seperti yang saya lakukan dengan kertas koran atau benda lainnya.
Andai saja saya bisa menutup celah di plafon atas, pasti tikus-tikus kecil ini tidak bisa lagi masuk ke toko. Cara yang sama seperti yang dilakukan oleh Papa Amel: menutup semua jalan masuk tikus ke dalam toko. Kalau sudah tertutup dan tikus tidak masuk lagi, saya tidak perlu repot mengganjal etalase dengan koran lagi. Tidak apa-apa. Yang penting sekarang saya sudah lebih tenang. Tanpa keluar biaya banyak, tikus sudah tidak betah berlama-lama di toko saya. Cara mudah untuk mengusir tikus, bukan?

Punya cara lebih ampuh lagi? Beri tahu saya yaa ^_^

32 comments:

  1. kesel banget emang ya kalo apa-apa rusak gara-gara siti (kus)

    ReplyDelete
  2. perjuangan mengusir tikus sesuatu banget ya. saya di rumah juga gitu. tapi pasang lem tikus dan yang ngerjainnya Ayah. Kalau saya beuh mana berani. geliii.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pake lem jg udh pernah. takut pas nyingkirinnya

      Delete
  3. menyebalkan memang hewan pengerat ini. Beberapa kali saya dibuat kesal sama hewan ini

    ReplyDelete
  4. Wah sama dunk itu tikus bandel di atas plapon atap rumah jadi retak2 dan suka masuk garasi, iya bener harus buang sampah dalam rumah dan tutup celah, sekarang tikus gak bisa masuk garasi apalagi rumah tapi tempat sampah depan rumah bolong2 plastiknya digigitin hadewh

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu pernah tinggal di kontrakan yg dapurnya dimasuki tikus tiap malam. sampah ya terpaksa dibuang keluar. gapapa berantakan di luar rumah daripada berantakan di dapur :p

      Delete
  5. Semenjak berkeluarga aku jadi rariweuh banget sama tikus. Waktu rumah belum direnov banyak tikusnya. Hiii.....

    Abis diberesin, aku berusaha rapih serapih rapihnya. Hehehehe... Sampah makanan atau makanan terbuka memang menjadi koentji kenapa sang tikus wara-wiri. Sekarang semua makanan di luar kulkas harus pakai toples atau food container. Tempat sampah aku bela-belain beli yang stainless dan tertutup.

    Alhasil... tikus pun sukses ga mampir lagi. Hehehehe...
    Gak lupa juga pintu kamar mandi kudu tutup rapet kayak yang mba contohin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul mba...tutup rapat2 semua akses makanan. tikus bosen ga nemu makanan jd ga ganggu lagi

      Delete
  6. Paling ampuh pake coklat racun tikus tp males urusin bangke nya nya bu ina

    ReplyDelete
  7. Hihihi... perjuangannya patut diacungi jempol. Kalau mau coba saran saya, semprot celah atas itu dgn minyak wangi murahan banyak2. Atau... gantung kapur barus di dekat celah. Bau kuat membuat mereka kehilangan sensivitas penciumannya

    ReplyDelete
  8. ga bisa naik ke atas euy. tinggi bener. padahal gemes pengen nyumpel itu celah. kapan2 emang kudu beneran naik ke atas.
    aku jg jual parfum sih. smprotin aja gitu ke atas? :D

    ReplyDelete
  9. Ternyata mudah ya.
    Kalau di rumah memang banyak lubang yang menganga jadi repot kalau harus menutupi semuanya.
    Terima kasih tipnya
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
  10. salam dari kota bogor yg tengah hujan, pakde :)

    ReplyDelete
  11. Waaahhh ini artikel yang pentiiinggg bgt buat saya, secara udah cukup.lama perang melawan tikus dan nggak pernah bisa bener2 menang. Mau coba tips2 di atas ah.. Makasih banyak yaaa..

    ReplyDelete
  12. Hmmm, di dapur ini tikusnya rame banget kalau malam. Banyak lubangnya sih, dan kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk cuma menutup-nutup lubang saja. Seluruh bagian belakang harus dirombak total kalau mau aman dari tikus. Btw, ternyata pakai antitikus elektrik pun bisa nggak mempan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling ampuh memang menutup akses masuk. Sama spt di toko, menutup lubang di atas juga sulit. Akhirnya cukup dgn kondisi super bersih bisa bikin tikus ga betah dan pergi lagi.
      Soal anti tikus elektrik sy blm pernah coba. Ada temen yg punya kebun hidroponik dan pakai alat tsb, katanya ampuh u mengusir tikus.

      Delete
  13. Nah iya...aku juga bingung kenapa tikus suka gigitin tuppeerware ya? Akhirnya aku simpen makanan di lock n lock

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yg bilang, tutup tupperware itu manis mba. Jadi tikus doyan bngt gigitinnya. Bbrpa tupperwareku jg abis digigitin tikus

      Delete
  14. Yg pake suara ultrasonic itu ga mempan mbak -__- aku prnh coba... jd aku biasanya pake lem tikus aja, dan yg buang tikusnya mbak art ku yg berani ;p .. tapi emmang ya ini tikus binatang yg paling aku bnciiii -__-.. nth kenapa hrs ada mereka di dunia ini.. pernah tuh kantor cabang tmpat aku kerja pindah gedung.. Gedung baru padahal, tapi sebelahnya itu restoran... jd kita assume itu tikus2 dtg dari restoran sebelah, lah kantor kitakan bank.. dan yg bikin histeris, tikusnya prnh mati kesetrum di server room, dan darahnya menetes kebawah.. OMG bayangin horornya pas masuk ke server room, dan melihat darah menetes, trs pas mendongak ke atas itu asalnya dari tikus gedeee bgtt -__-.. histeris yg ada :D

    ReplyDelete
  15. Dulu pernah ada tikus yang masuk ke kamar mandiku, mba. Akhirnya aku tutup tempat saluran pembuangan air itu dengan batu. Ampuh! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. berat kan ga kuat angkat batu itu tikus :D
      sampe skr aku masih ganjel lubang wc toko pakai batu. tikus ukuran gede masuk lewat situ

      Delete
  16. Eh, iya ngeriiii, tikus jaman skrng bisa gigit pintu. Pintu kamar yg menuju teras di rmhku jg jd korban :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama...pintu kamar mandi toko n pintu belakang dapurku jg digerogoti tikus

      Delete
  17. memang tikus itu anndel bahkan kabel saja digigitin

    ReplyDelete
  18. tikus memang hewan yang bandel... selalu aku kejar2an sama tikus. lincah banget...

    ReplyDelete
  19. ya ampun sama banget perjuangannya mbaaaak...... pas baru pindah kontrakan, saya panen 5 tikus (iyuuuuh).... lem ga mempan, akhirnya pake perangkap (itupun perjuangan setelah saya tau kalau tupperware saya dikerikitin, ada bekas gigi tikusnya. iiih)

    ReplyDelete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^