Friday, September 6, 2013

Happiness Begins At 30

Foto dari sini

   Happiness begins at 30. Lho, bukannya 'happiness begins at 40'? Saya lebih setuju bahwa hidup bahagia dimulai di usia 30 tahun daripada 40 tahun. Kenapa? Kelamaan! Pertama kali mendengar istilah “happiness begins at 40” adalah sewaktu masih kuliah dulu, saya sempat berpikir: kenapa harus menunggu usia 40 tahun untuk bahagia? Barangkali, saat itu biasanya seseorang sudah mapan secara finansial? Atau sudah tidak repot lagi mengurus anak karena mereka sudah besar? Saya merenung. Tiba-tiba, saya yang saat itu berusia 20 tahun, membuat suatu target: saya akan bahagia di usia 30 tahun! Yes! Happiness begins at 30!
  Nah, hidup jadi bersemangat jika punya target kan? Saya jadi rajin belajar supaya lulus kuliah dengan nilai yang baik. Saya berkhayal, kelak bila saya berusia 30 tahun, hidup saya adalah: sudah bekerja, sukses dalam karir, mandiri secara finansial dan bahagia! Tapi tentang pasangan hidup, keluarga dan anak tidak ada dalam cita-cita saya saat itu. Kenapa? Ahh... itu rahasia, dong!

     Selanjutnya, kehidupan terus berjalan, mengalir begitu saja dalam hidup saya. Tiba-tiba, jreengg!!! Usia saya sudah 30 tahun! Saya ingat akan ‘happiness begin at 30’ yang saya cita-citakan dulu. Apa yang terjadi? Apakah benar target sudah tercapai dan saya bahagia di usia 30 tahun? Jawabannya: ya!  Saya bahagia di usia 30 tahun, meskipun bukan sebagai wanita karir yang sukses. Tetapi, saya bahagia menjadi ibu rumah tangga dengan seorang anak laki-laki berusia 2,5 tahun yang sangat lucu! Betul, saya akhirnya menikah. Tuhan mempertemukan saya dengan seseorang yang bisa membuat saya yakin untuk menjadi pasangan hidupnya. Saya akhirnya bersedia menikah dengannya. Hidup bersama suami yang begitu baik hati dan pengertian, seolah menyembuhkan trauma saya di masa lalu. Pada usia 30 tahun, saya sudah merasa bahagia, dan saya tahu saya akan menjadi semakin bahagia dari waktu ke waktu….


     Ramalan saya tidak salah. Saat ini, di tahun 2013, usia saya sudah 38 tahun. Sebentar lagi usia saya 40 tahun. Saya sangat bersyukur atas apa yang telah Tuhan gariskan dalam hidup saya. Begitu banyak yang terjadi selama saya berusia 30 tahun ini. Menikah dan mengikuti suami merantau ke berbagai daerah saya nikmati seperti sedang berpetualang. Kebahagian rumah tangga kami bertambah saat di usia kepala tiga, saya melahirkan dua anak lagi. Rumah kami semakin ramai dengan tawa ceria ketiga jagoan buah hati kami, yaitu Aa Dilshad, Kk Rasyad, dan Dd Irsyad.

   Memulai babak baru kehidupan juga terjadi di usia 30. Suami memutuskan untuk berhenti merantau. Kami sekeluarga kembali ke kampung halaman untuk berbakti merawat Kakek dan Eyang-nya anak-anak. Rumah yang kami beli dan ditempati orang lain selama pergi merantau, kini kami tempati sendiri. Di kampung halaman, saya dan suami mulai menata masa depan, terutama untuk pendidikan anak-anak.
  Saya akhirnya kembali bekerja. Meski tidak mengenakan blazer dan sepatu hak tinggi seperti waktu kerja kantoran dulu, pekerjaan ini sangat cocok untuk saya. Saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang bekerja tidak jauh dari rumah. Saya membuka toko obat di depan komplek dan warung obat kecil-kecilan di rumah. Saya juga membuat aksesoris hand made. Jadi, saya tetap bisa membantu menambah penghasilan keluarga sambil mengawasi anak-anak.. Meskipun, jujur, saya jadi lebih repot sekarang. Saya harus bolak-balik antara rumah dan toko. Saya juga harus begadang menunggu anak-anak tidur agar saya bisa berkonsentrasi mengerjakan pesanan aksesoris. Meskipun repot, sebagai pemula yang masih harus banyak belajar, saya menikmati pekerjaan baru ini, dan menjalaninya dengan penuh semangat

Foto saat ultah Dd Irsyad bulan Agustus kemarin.
Latar belakang: etalase warung obat di rumah
   Alhamdulillah, hari-hari usia 30 saya benar-benar penuh warna dan membahagiakan. Inilah cerita saya, yang merasakan kebahagian dimulai sejak usia 30 tahun.

GA AIDA MA

2 comments:

  1. Hiii Maaak, hihiii aku dah 30 lebiiih berapa ya? sukses selalu dan GAnya keren tuuuh. MEngenang kembali 30

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih berapa dong? :D
      Tengkiyu, mak astin. eh, ga ikutan GA ini juga? :)

      Delete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^