Saturday, July 11, 2015

Dd Masuk Sekolah, Ibu Kesepian


Tahun ini Dd Irsyad masuk TK. Artinya, Dd sudah tidak bisa nempel terus mengikuti ke mana saja Ibu pergi. Ibu juga tidak bisa lagi sembarangan keluyuran, karena harus ada di rumah saat Dd pulang sekolah. Keluyuran? Kesannya deh! Yah, keluyuran Ibu paling cuma buat urusan ke bank dan belanja ke pasar doang. Kegiatan lain macam emak-emak sosialita kan Ibu nggak pernah ikutan. Maklum, bukan ibu-ibu gaul, hehe.
Susah disuruh mandi pagi bikin Ibu telat jaga toko.
  Rencananya, Ibu sendiri yang nanti mengantar-jemput Dd selama bulan pertama masuk sekolah. Jika sudah beradaptasi, barulah Ibu titipkan Dd pada mobil jemputan sekolah. Habis mengantar ke sekolah, Ibu langsung buka toko. Sebelum masuk sekolah, Ibu selalu kesiangan buka toko. Dd susah bangun pagi. Susah disuruh mandi pula. Kalau sudah kesiangan, habislah waktu jaga shift pagi Ibu. Keburu masuk shift jaga Mbak Titin (karyawan toko) mulai dari siang hingga malam hari. Nggak enaknya kalau Ibu ada janji dengan salesman. Akibatnya, sang selesman sendiri yang menyusul datang ke rumah. Harap maklum sama emak riweuh ya, Mas.

  Jika ada stok obat yang kosong atau ada pesanan, Dd selalu Ibu ajak ke pasar untuk kulakan obat. Saat masih ada asisten yang bantu di rumah, Dd masih bisa dititipkan sampai Ibu pulang dari pasar. Tapi Dd sulit akrab dengan asisten baru tersebut. Dd lebih dekat dengan bibik yang sebelumnya. Daripada rewel, Dd terpaksa diajak. Riweuh juga sih, harus gandeng Dd sementara Ibu bawa gembolan belanjaan. Kadang bawa kardus agak besar juga. Belum lagi kalo Dd rewel dan capek jalan kaki. Ibu harus gendong Dd! Huftt!

Dd diajak kulakan obat ke pasar
    Enaknya punya pengawal kecil yang mengikuti kemana-mana, Ibu serasa punya teman kencan terus. Jika sedang suntuk, sesekali Ibu pengen jalan-jalan. Jalan-jalan berdua Dd tentunya, karena kakaknya sedang sekolah. Kenapa nggak nunggu wiken untuk jalan-jalan bareng keluarga? Kadang situasinya darurat. Nanti keburu jerawatan karena menahan bete. Jadi, jalan-jalan berdua Dd sudah membuat Ibu bahagia dan pikiran segar kembali. 


Kencan berdua Dd ke mall kalo Ibu lagi suntuk.
  Saat jalan berdua Dd, kita seru-seruan bareng. Jajan makanan kesukaan Dd. Naik commuter line sesuai permintaan Dd. Nongkrong sejenak di tempat permainan anak-anak. Sampai selfie bareng di atas becak. "Dd seneng jalan-jalan sama Ibu?" iseng saya bertanya. "Seneng. Besok lagi yaa..." jawabnya sambil tersenyum. Senangnya ^_^



Selfie waktu jalan-jalan ke pasar naik becak.
   Kalau ikut jaga toko, biasanya Dd ngapain? Ya ikut ngacak-ngacak di toko. Dd suka bawa mainannya ke toko. Dd nggak pernah nolak diajak nemenin Ibu ke toko karena ada satu yang dia incar: minuman dingin di kulkas toko! Setiap rolling door toko terbuka, Dd pasti langsung masuk dan membuka kulkas. Slurp! Minuman dingin langsung diteguknya! Segar!


Bawa mainan ke toko
  Pada foto di atas, terlihat ada boneka upin yang dibedong seperti bayi. Ngerepotin banget pas mau dibawa ke toko. Tasnya jadi penuh. Dd saat itu lagi seneng main dede bayi. Iya, Dd memang suka dengan adik bayi. Si Upin yang jadi dede bayi pun diperlakukan dengan penuh cinta. Kasih adik lagi buat Dd? Oh tidakkk!!!

Mainan stempel toko biar anteng
   Ngacak-ngacak lainnya adalah main stempel toko. Semua dibubuhi stempel. Kalau nggak diawasi, tembok toko bisa penuh cap! Untung banyak kertas yang tidak terpakai. Jadi Dd cukup puas mencap kertas. Eh pernah juga deng, karena bosan Dd mencap seluruh kakinya! Ck ck ck! Tinggal Ibu yang kewalahan menghapusnya pakai sabun.

Mau jaga toko aja pake sepatu boots :D
   Si bungsu ini memang banyak tingkah. Pernah juga Dd keukeuh pengen pakai sepatu boots ke toko. Ngapain juga sih Deee? Ya sudah, turuti saja. Toh sampai toko juga sepatunya dilepas :D Tingkahnya ini bikin Ibu jadi tertawa geli. Saat jaga toko Ibu jadi nggak kesepian. Dd lumayan cerewet. Jadi saat jaga toko Ibu nggak sempat melamun lagi, hehe.

   Banyak barang di toko juga kerap menarik perhatian Dd. Jika sedang membereskan obat, biasanya Dd ikut nimbrung. Bukannya tambah rapi malah jadi acak-acakan. Gimana enggak kacau, dus obat yang sedang dibereskan ditumpuk bak lego atau disusun panjang jadi kereta api *tariknapas*

  Dd juga tahu obat mana yang bisa dimakan dan mana yang tidak boleh dimakan. Obat untuk anak-anak pasti dikemas dengan menarik. Termasuk vitamin. Vitamin untuk anak-anak memang cepat ludes. Pelakunya ya siapa lagi kalau bukan anak pemilik toko? Hehehe. Makan dagangan sendiri ceritanya.

Suka ngabisin dagangan di toko. Minta permen vitamin.
   Kadang Dd juga suka bikin kesel jika sedang rewel. Kalau rewelnya pas sedang ada pembeli, Ibu jadi grogi. Takut salah menghitung uang kembalian. Nggak konsen euy! Nyebelin yang lainnya, kalau sudah merengek minta pulang sementara Mbak Titin belum datang untuk shift berikutnya. Kalau sudah kumat begitu, tinggal pinter-pinternya Ibu saja mengalihkan perhatian Dd supaya tidak rewel lagi.

Temen selfie kalau lagi jaga toko
  Kalau Dd masuk sekolah nanti, Ibu pasti kehilangan teman jaga toko yang ceriwis. Tapi, kita nggak berpisah lama. Toh Ibu nanti menjemput Dd ke sekolah. Ibu akan jemput setelah Mbak Titin datang menggantikan Ibu jaga toko. Hmm, kayaknya bakal melow nih pada hari pertama Dd masuk sekolah. Siap nggak ya? Harus siap!

10 comments:

  1. Tahun ini Dd Irsyad masuk TK ya? Asyiikkkkkk

    ReplyDelete
  2. kebayang kesepianya mak hehehe....

    ReplyDelete
  3. Kata orang, kalau anak2 udah sekolah ibunya enak, jadi banyak waktu buat ngapa2in. Nyatanya nggak gitu, kesepian, stlh anak2 pulang sekolah, baru deh semangat mau ngapa2in. Tapi selamat untuk Dd sudah besar sekarang, tambah pinter ya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. berasa mati gaya ya mak?
      aamiin, makasih ateu lusi :*

      Delete
  4. hehehe saya juga sempat mellow waktu anak-anak muali sekolah semua :D

    ReplyDelete
  5. wah, semangat Dek Irsyad yang rajin sekolahnya biar makin pintar ^^

    ReplyDelete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^