Pages

Saturday, April 27, 2019

Why They're not Following Me Back?



Why they're not following me back?

Pernah punya pertanyaan seperti itu dalam urusan bermedia sosial? Di media sosial, kita punya akun pribadi. Untuk saling berinteraksi dengan yang lain, ada istilah follow agar kita bisa melihat postingan akun tersebut. Khususnya untuk media sosial Twitter dan Instagram yang populer. Kalau di Facebook istilahnya 'add friend' yang sebenarnya hampir serupa (namun sekarang Facebook ada fitur follow tanpa harus berteman dulu).

Pertanyaan kenapa kita nggak difollow balik oleh seseorang atau seseakun pasti ada. Saya dulu pernah, waktu eranya getol main Twitter. Banyak temen, pastinya saling follow dong. Tapi nggak semua temen mau balas memfollow alias folbek. Alasannya? Cuma dia dan Tuhan yang tahu.

Ketika orang-orang pindah main Instagram, mulai lagi deh aksi follow. But, sama seperti Twitter, ternyata nggak semua orang mau folbek kita. Bahkan temen sendiri seperti itu. Kenapa? Berikut pendapat saya pribadi. Kalau ada yang tersinggung, boleh bilang langsung sama saya.

Why they're not following me back: Siapa Elo?

Jawaban buat pertanyaan kenapa mereka nggak mau folbek kita sebenernya gampang. Yaitu: siapa elo alias siapa kita dimata orang yang nggak folbek. Berikut adalah orang-orang yang nggak follow balik:
  • Akun resmi pemerintah atau layanan publik
  • Merk ternama 
  • Nama tempat bisnis
  • Artis dan selebgram
  • Calon selebgram
  • Online shop
  • Anak dan ponakan
  • Temen nggak kenal
  • Temen nggak telalu kenal
  • Temen kenal tapi yah begitulah
  • Lain-lain 

Alasan tidak difolbek

Coba pertanyaannya dibalik, kenapa kita nggak folbek beberapa akun, hayooo! Saya sendiri punya alasan ogah folbek karena:

* Nggak kenal sama akun atau pemiliknya
* Nggak tertarik dengan isi feed-nya
* Nggak merasa dirugikan kalau nggak follow
Reaksi ketika temen sendiri nggak folbek

Udah, itu aja sih. Berarti kalau pertanyaannya kenapa mereka nggak folbek kita, alasannya bisa jadi salah satu atau beberapa hal berikut:

* Nggak kenal sama kita
* Nggak tertarik sama kita
* Nggak merasa dirugikan kalau nggak follow
* Ogah nambah daftar following
Nah, yang terakhir itu sebenernya number one buat mereka yang nggak folbek kita. Lho, kalau teman sendiri pasti begitu? Oh iya dong! Jangan salah dan jangan baper juga ya. 


Follow-followan. Unfollow? Unfollow lagi!

Banyak teman saya sendiri, yang tadinya saling follow. Bahkan nggak sedikit yang minta difollow rame-rame di grup Whatsapp ketika mereka buka akun Instagram baru untuk jualan. Difollow? Ya iya lah, namanya bantu temen. Tapi kalau setelah itu kita diunfollow, hmm saya sempet agak-agak gimana gitu...

Angka followers HARUS lebih besar dari angka following

Sudah menjadi 'peraturan umum' supaya eksistensi diakui di Instagram adalah punya banyak followers. Makin ngetop seseorang atau seseakun, makin banyak jumlah followers. Sebagai orang top, nggak mungkin dong folbek penggemarnya satu-satu. Jadi wajar kalau angka followingnya jauh di bawah angka followers. Itu tandanya mereka punya banyak fans alias penggemar.

Orang-orang di Instagram yang berusaha supaya angka followers lebih banyak daripada following itu sedang sedang berjuang. Terutama berjuang mencari rejeki. Kalau artis kita dukung karena kita adalah fansnya. Kalau badan pemerintah atau situs resemi juga kita iklas nggak difolbek karena infotmatif. Kalau temen... kita dukung juga. Termasuk ikhlas diunfollow. Setuju sama saya? 


Selamat sis!

Nambah followers itu termasuk hasil kerja keras. Jadi, hargai usaha mereka yang followersnya sudah berjibun. Artinya mereka sudah sukses menjadi selebgram atau pengusaha online shop ngetop di Indonesia. Ada sedikit rasa bangga punya kenalan selebgram kan? (Walaupun dia ternyata lupa kamu siapa, hehehe)

Kalau kita keukeuh minta mereka ngefolbek, duh gangu aja! Nanti jadi nggak beda jauh dong jumlah followers ama following. Bukan selebgram lagi atau bukan online shop keren namanya kalau begitu.

Susahnya dapat followers

Seperti yang saya bilang, punya followersnya selangit adalah hasil kerja keras. Kecuali beli followers, dapetin banyak followers itu butuh perjuangan. Kalau buat saya mah, butuh cucuran keringat dan air mata darah, serta guling-guling di lapangan bola selama satu abad.

Kenapa? Karena saya nggak sanggup untuk melakukan yang sama duhai kekasihku...


Capeknya nyari followers Instagram!

Sebenarnya, dari awal saya selow nggak ngotot sama yang namanya nambah followers. Toh saya punya Instagram buat posting foto sekaligus belajar motret. Followers ya buat ajang silaturahim sama temen, bisa follow akun Instagram yang saya suka juga. 

Kemudian, lewat Instagram ternyata bisa dapat rejeki lewat ngebuzer. Jadi pendapatan sampingan selain ngeblog, alhamdulillah. Tapi sejak ada banyak tuntutan ngebuzer minta sekian followers, saya sempat sedih karena nggak memenuhi syarat. 

Saya apa adanya aja di Instagram. Posting jadi bikin bingung setelah saya belagu bikin tampilan feed Instagram pakai format. Terus, saya jarang aktif di postingan temen-temen. Biasanya, habis posting foto langsung kabur. Baru balas komen setelah lewat satu jam (yang katanya nggak baek buat statistik) bahkan besok harinya!

Baca juga: Ketika Saya Pusing Mikirin Feed Instagram

Postingan saya juga nggak istimewa. Cenderung galau gitu karena nggak jelas konsepnya. Punya dua akun kok dua-duanya banyak motret makanan, haha. Sampa sekarang saya belum bisa memisahkan keduanya dengan benar.

Oia, saya punya 4 akun Instagram. Yang utama @innariana alias buat ngebuzer dan buat narsis diri. Kedua @dapurngebut khusus makanan dan ngebuzer tema makanan. Ketiga @emakriweuh khusus keluarga (akun dikunci). Keempat akun @ucingbelangtilu buat kucing kesayangan.

Akun instagram @innariana

Join akun penambah followers

Ceritanya saya mau ngembangin akun @innariana dan @dapurngebut aja. Mau dibawa sampe kemana? Nggak tahu juga. Soalnya saya baru tertarik nambah followers lewat cara follow-followan selama tiga minggu terakhir ini. Dan alhamdulillah, sukses nambah followers dalam waktu cepat!

Akun Instagram @dapurngebut

Ikutan apa? Ikutan loop-loopan alias akun penambah followers dengan judul yang ada LOOP atau LOOPING-nya. Dulu sempet diajakin sama temen blogger tetangga, Gioveny buat ikutan ngeloop. Tapi saya gagal karena nggak tahu caranya yang benar.

Lama berlalu, saya penasaran dan nanya ke Mbak Ade Ufi. Itulah awalnya saya mulai ngeloop dengan benar, hehe. Akun loop yang saya ikuti ada dari akun dalam negeri dan luar negeri. Yang Indonesia saya nggak ikutan lagi karena kapok nggak difolbek. Yang luar negeri juga nggak folbek semua, tapi mayan jumlahnya yang mau folbek.

Salah satu akun cari followers yang saya ikuti

Perkembangannya, dari jumlah followers @innariana yang mentok di angka 2400an, saat ini udah nyampe 3600an. Sedangkan @dapurngebut yang 1700an sekarang udah nyampe 2000 followers. Alhamdulillah nggak mentok lagi.Setidaknya sekarang bisa ambil job yang syaratnya 2000 followers buat buzzer makanan.

Terima kasih dari @innariana

Terima kasih dari @dapurgebut

Selanjutnya apa? Menuju 10K?

Dapat followers nyampe 3000 di @innariana dan 2000 di @dapurngebut aja saya bahagia karena sudah mencapai target. Terus? Nerusinnya santai aja. Soalnya nanggung, masih banyak akun bule-bule yang nggak folbek dan belum dibersihin. Bersihinnya nanti aja kalau mau stop nge-loop.

Ternyata, bukan cuma saya aja yang semangat nambah followers. Eh, saya mah ketinggalan deng. Teman-teman blogger udah start duluan dan banyak yang berhasil mencapai 10K! Pencapaian yang konon istimewa karena bisa 'swipe' link postingan blog di Instagram Stories.

Nggak tergiur pengen followers 10K juga, Mak? Alhamdulillah enggak. Saya mah orangnya sadar diri. Nyampe seperlimanya aja berasa udah berdarah-darah. Nggak sanggup akutu. Nyerah dah. 

Percuma punya followers 10K buat saya

Ngapain repot nambah followers? Lagipula, saya merasa nggak ada gunanya punya followers 10K. Itu buat saya lho. Mohon maaf, bukan buat teman-temanku tercinta yang sudah keren di Instagram. Alasan kenapa percuma buat saya adalah karena kelakuan saya di Instagram sebagai berikut:

1) Tidak  bisa membranding diri
2) Tidak aktif berinteraksi
3) Tidak punya konten yang bagus
4) Tidak punya foto yang keren
5) Tidak bisa menarik perhatian
Buktinya apa? Ya itu tadi gegara saya hobi posting hit n run. Abis posting trus ngacir. Boro-boro mampir ke postingan temen-temen buat like dan komen. Buat bales komen di postingan sendiri aja saya nggak sempat!

Setidaknya, walaupun terkesan cuek, ijinkanlah saya berbangga hati. Karena followers saya bukan menang beli alias fiktif. Setidaknya mereka itu real walau cuma 80 persenan.


Akun @innariana: 82,7% real followers
Akun @dapurngebut: 81,9% real followers

Lihat sendiri kan? Dari penewarangan di atas, kelihatan kalau akun Instagram saya memang payah. Buat apa ribuan followers tapi setiap saya posting cuma dilike belasan dan nggak ada yang komen? Masih jauh dari keren juga pastinya. Terus, saya menyesal? Nggak juga tuh.


Siapa juga yang mau lihat postingan lo, Mak?

Saya terlalu sibuk. Sibuk urusan rumah. Sibuk ngurusin keluarga. Sibuk kalau ada deadline kerjaan nulis blog. Sibuk belajar motret. Sibuk edit foto. Untuk membuat satu postingan di Instagram itu lumayan menyita waktu buat saya (karena kebanyakan jalan-jalan dulu prosesnya).

Baca juga: Behind The Scene Postingan Foto di Instagram

Mendukung teman di Instagram 

Kalau nggak difolbek sama artis or tokoh idola kamu, pasti maklum kan. Kalau sama temen gimana? Masih baper karena nggak difolbek? Mudah-mudahan enggak ya setelah baca tulisan saya ini. Tapi kamu berhak ngambek atau marah kok sama temen yang nggak folbek kamu. Marahnya jangan lama-lama. Toh bisa jadi mereka juga bak buah simalakama mau unfol kamu. Kenapa? Ya demi angka following biar nggak ngebengkak itu lho. 

Saya sendiri ikhlas mendukung teman-teman. Ada kegiatan buzzer bareng, saya follow semua teman-teman sesama buzzer (belakangan saya tahu mereka nggak folbek). Ada yang baru buka online shop dan minta follow, saya follow (belakangan saya juga baru tahu kalau saya diunfol). Ada ajang follow-followan di grup komunitas, saya ikutan (dan baru tahu kalau mereka nggak semuanya mau folbek). Nggak apa-apa. 

Semoga sukses buat teman-teman. Semoga followersnya bertambah, makin eksis dan makin sukses ngebranding diri or jualan produknya di Instagram, aamiin.


Cara jadi selebgam keren dan beken dengan banyak followers

Mau jadi selebgram kayak para artis, bloger hits. dan influencer ternama? Bisa! Walau kamu manusia eh orang biasa, kamu bisa jadi luar biasa!  Berhubung saya bukan selebgram, tapi saya paham kenapa selebgram itu banyak penggemarnya. Caranya jadi selebgram menurut saya:

1. Punya ciri khas tersendiri an konten yang bagus
2. Foto yang menarik plus feed cakep
3. Caption yang khas diri kamu sendiri
4. Rajin berinteraksi di Instagram (likes dan komen)
5. Rajin endorse dan bikin iklan juga
6. Rajin berdoa

Buat kamu yang masih punya banyak energi, ayo semangat kejar mimpimu jadi selebgram! 

Sudah siap buat ngetop?

Buat kamu yang sudah tidak ada energi lagi buat eksis di media sosial dan pengen lebih fokus di tempat lain, baca tulisan berikut ini...


Jumlah followers Instagram bukan segalanya

Gagal jadi selebram, mungkin rejekimu ya nggak disitu. Tapi percayalah, rejeki nggak bakal ke mana kok. Bisa jadi standar rejekimu ya di kelas 2000 followers. Ya terima saja dengan ikhlas. 

Tapi tahu nggak sih, katanya ada beberapa agency yang pilih buzzer Instagram bukan berdasarkan jumlah followersnya tapi dari interaksinya. Jadi walaupun followersmu sedikit, tapi yang like dan komen di fotomu bejibun... itu artinya interaksi kamu keren. Dan ini jadi kelebihan tersendiri dibanding followers 10k tapi yang like n komen cuma belasan.

Kalau stuck kayak saya gimana? Followers seuprit, interaksi kurang? Cari celah di tempat lain! Saya sadar diri dari segi followers, interaksi, konten, penampilan, dan umur sudah diluar jangkauan alias nggak bakal kecolek hahaha. 

Saya cari tempat rejeki lain yang belum banyak diketahui orang. Misalnya baru-baru ini saya direkrut jadi member tetap sebuah akun kuliner tradisional. Tiap bulan saya dapat tugas hunting makanan dan pembeliannya diganti oleh mereka. Memang jumlahnya nominalnya tidak wah. Tapi saya bahagia dengan pekerjaan baru ini dan ikut berkontribusi melestarikan kuliner tradisional.

Atau... masih banyak rejeki kasat mata yang kamu dapat bukan gara-gara followers Instagram. Rejeki materi dari tempat kerja kantoran, lewat ngeblog, ngebuzer di Instagram, rejeki nomplok dari saudara, dan lainnya. Rejeki kesehatan dan bisa beribadah. Rejeki non materi yang tidak terhitung nilainya sudah ada di sekitar kita, yaitu berada di tengah orang-orang yang mencintai kita. 


Daripada capek, mending berhenti aja kata si Eneng

Yang terakhir ini pastinya kamu jadi selebgram selalu di mata mereka. Dan mereka pun akan follow kamu selamanya tanpa pernah nge-unfollow. Iya nggak?

70 comments:

  1. Bener mbak angka followers bukan segalanya :D Di akun instagram saya yang sekarang, awal2 dapat followers gara gara sering ikut giveaway. Habis ikut challenge BPN juga nambah cukup banyak dan saya follback yang sesama blogger, meski saya gak kenal juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku udah ikutan follow2an temen blogger jg. tapi ga semua folbek :D

      Delete
  2. Kalau saya jadiin instagram sebagai wadah branding sama nambah jejaring. Kadang ada yang follow tapi enggak jelas akunnya, terpaksa saya remove. Follower saya jg masih segitu-gitu saja sih,hehe. Sedihnya kalau ada teman blogger yang sudah saling follow, terus sayanya malah diunfollow,huhu... Kalau sama toko online sih memang enggak berharap banyak, biasanya setelah beberapa hari mereka follow, kita bakal diunfollow. Pada akhirnya jadi enggak terlalu ngoyo berinstagram sih... Alhamdulillah walaupun merayap, follower tetap naik. Biar lambat asal selamat,hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti kita senasib, diunfol sesama teman blogger hihihi
      betul mba, biar lambat asal selamat dan ga sutress

      Delete
  3. Ketika saya follow dan orang itu gak mau folbek, itu hak dia. Tinggal saya memilih, mau terus follow karena untuk belajar atau unfollow karena emang gak ada gunanya 😂😂😂

    Tapi ketika udah join F4F lantas ada yg gak folbek, ini namanya kurang ajar. Makanya ketika ada thread F4F, saya lebih memilih yg bagian follow-in aja, bukan narok link akun saya untuk di-follow duluan. Karena saya pun masih lihat2 dulu 😂 Ada yg minta difolbek tapi pas saya lihat, eh ada foto lakinya tidur no t-shirt. Sorry mata saya bukan untuk melihat badan lelaki yg enggak bagus, ehh 😂😂😂

    Adapula blogger bujang yg follow duluan, difolbek, trus unfollow. Saya unfolbek, dia follow lagi. Bodo amat 😂

    Saya pun sepakat dg Mba Inna, walau foto2 saya belum sebagus Mba Inna, Mba Ucig, dan Bu Paus (plus mastah motret makanan lainnya). Mungkin job itu bukan di IG langsung, tapi saya diminta untuk kerjasama di akun atau web produk 😁 Yg penting kontennya menginfo dan interaksinya hidup 😁 Saya pun main IG sapa2 orang ketika senggang pulang ngajar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba nita, mungkin rejeki kita bukan di IG selalu ya. Tapi hebad lhoo dikau masih aktif di IG buat nyapa.

      kalo yg follow, difolbek, dia unfol, kita unfol juga, dia follow lagi... sepertinya dia lupa kalo udh follow kita n niatnya emang dr awal buat unfol :D

      Delete
  4. Seruuu ih bacanya mba wkwk. Karena akupun punya permasalahan yg sama soal follow follow an ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi makasii :D
      berarti qta senasib soal follow followan

      Delete
  5. Kalo ada temen follow kita, trus minta follback, kita follbacklah dia. Tapi udah bertahun2 gak pernah posting orangnya, apa perlu difollback mbak?
    Jadi berasa dimonitor kitanya ya, dia lihat2 aja gak pernah posting hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sbnernya aku jarang cek postingan temen2 pada aktif or engga. emang sih ada beberapa temen yg jarang posting tapi rajin ngelike. ggpa dipiara aja ((dipiara)) kalo kenal. kalo ga kenal terserah mau diunfol jg gppa :)

      Delete
  6. Teh Inna mah udah punya branding atuh, akunnya informatif...inget teh ina ingat masakan hehe. Aku nih yang masih peer banyak.

    Kalau menurut aku orang yg mau follow itu biasanya mereka ingin melihat kita secara "berbeda" walaupun udah punya branding btw aku juga ikut loop2an alhamdulillah ya judulnya organik, kudusemangat mantau terus.. kyaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, hatur nuhun. aku jadi seneng dibilang punya branding. kirain ga jelas gitu :D

      dan buat yg unfol abis loop2an itu kayaknya emang ga suka yaa ama feed kita or krna branding dia juga :D

      Delete
  7. Sekarang di kalangan blogger mulai ada kecenderungan banyakin follower, kecilin following. Dalam batas tertentu bisa dimaklumi banget. Tapi kalau udah maun curang, maksudku emang dari awal nge-follow dengan niatan buat unfoll, kalau aku meding langsung kublokir sekalian. Wkwkwk. Mamak galak.

    Kalau cuma urusan kita follow trus gak difolbek sih aku legawa banget. Karena juga hak dia mau ngefolbek apa enggak. Apalagi aku nyadar foto2ku ya rata-rata aja. Walau enggak dimungkiri, IG peluangnya gede ya, tapi aku termasuk yg rada selow juga sekarang ini. Makin ke sini makin nyadar diri, apa sih yang bisa aku kasih ke follower? Wkwkwk. Saking enggak enakannya aku, job IG juga kubatesin banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti udh merambah ke blogger ya mak. pantesan aku diunfol :D
      aku orangnya ga tegaan buat ngeblokir wkwkw
      duh mamak idolaque, banyak bngt yg bisa dikasi ke followers. racuni kami2 dengan inpirasimu makk

      Delete
  8. Sejujurnya, saya lelah dengan follower IG, masih mentok di 2000 dan santai aja kalau sekarang mah. Oh iya yang ikutan 30 second loop, nambah follower katanya lumayan banyak ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ikutan follow loop lumayan nambah followers. tapi following kita ikutan bengkak juga krna ga semua folbek n bnyk jg yg unfol :D

      Delete
  9. Mak Ina mah branding udah dapat di dapur ngebut. Udah unik itu. Tinggal dirawat aja mak. Btw, pas ngisi workshop blogging pemula, dapur ngebut kujadiin contoh blog yg niche keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah makasi masukannya mak.
      hwaaa kuterharu jadinya. seneng banget. makasi lagi ya mak :*

      Delete
  10. Iya, ikutan loop itu bagus buat nambah follower tapi interaksinya kulihat kurang, jarang like apalagi komen, mungkin perbedaan waktu dan bahasa jadi hambatan ya, jadi memang buat nambah2 follower aja sih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. beneran ya mba? pantesan kalo komen singkat2 or kasi emoticon doang. aku jg gitu sih, bingung mau komen apa hahaha, moga2 mereka betah yaa jadi follower kita :)

      Delete
  11. hai mb inna. TFS ya...saya sendiri tmsuk yang nyantaii badai soal IG meski sering agak sedih tiap ada tawaran job dan follower ga nyampe hehehe..tapi sadar diri sih sama usaha yang mmg ga seberapa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kujuga sedih kalo ada tawaran job yg aku suka tp ga bisa ikutan krn followers ga sampe. bukan rejeki kita kali yaa :D

      Delete
  12. Bener mbk, kalo saya mah biasa aja kalo seandainya nggak di folback. heee
    Karena saya pribadipun klo ada media sosial toko kdang rada malas juga buat folback. Terkdang setelah kita folback, eh dianya unfollow mbk.hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. ternyata dia emang dari awal modusnya follow buat diunfol kemudian :D

      Delete
  13. Makjleb ini mah. Saya masih suka baper kalau gak difollback sama teman. Tapi saya biarin aja, apalagi postingannya dia bagus, jadi saya bapernya ilang.

    Instagram saya juga dikit followersnya. Yang ngelike dan koment juga masih di bawah rata-rata.


    Kalau like postingan, itu udah pasti ketika saya buka IG, semua postingan yang muncul, saya like. Tapi kalau komentar jarang. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kok sama. aku jg ngelike yg nongol doang. kurang rajin buat scroll teruss ke bawah nih :P

      Delete
  14. Hehehe iya juga ya.. Saya dapetin follower duaribuan aja rasanya perjuangan banget dan saya sadar diri mungkin rejeki saya memang di duaribuan itu. Yang penting akun real aja gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. babak belur emang yaa mo dapetin followers :D

      Delete
  15. Masalah follow dan unfollow kadang memang bikin baper. Apalagi kalau ada yg follow duluan giliran difollback terus dia dm, terima kasih sudah follow bla.. Bla...terus iklan. Saya sih sadar feed di ig saya masih standar-standar saja. Jd kalau ikut p eh program follow to follow terus orangnya unfoll ya tinggal unfoll balik.. Biasa ngecek pakai aplikasi. Ga mau rugi ceritanya.. Hihi.. Tapi kl saya follow krn saya suka kontennya,, dia ga follback saya gpp...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih banyak yg begitu, mendadak beriklan :D
      idem, aku jg pake aplikasi biar ga rugi diunfol wkwkwk

      Delete
  16. Kereen ih bisa mengelola 4 akun maak, aku dua aja udah ngos2an xixixi. Aku ngga mau berbaper2 ah soal follow2an ini, mencoba woles aja, kalo ga difolbek ya mungkin kurang cocok dengan postinganku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yg serius cuma 2 kok. yg laennya suka2 ajah hihihi
      bener mak, kita woles aja yukk

      Delete
  17. aku basically setuju ama kamu sih Mba :D.IG ini bukan tempat aku mencari rezeki. jd jujur aja, folowers nambah ato ga, aku ga mikirin wkwkkwkwk.. begitu jg dgn follback. aku liat dulu siapa yg bakal aku follback. kalo dia temen deket, sesama bloggers yg aku sering baca blognya, pasti aku follback. tanpa dia mintapun, aku bakal follow dia.

    tp kalo yg minta org ga dikenal, ABG alay yg isi feed muka dia doang, keluarga tp kok yaaa di medsos 1 nya dia suka posting politik dan hoax, blogger tapi yg blognya jrg aku baca, naaah utk tipe begini, sori, biasanya aku jg males follow. kecuali yg trakhid, blogger tp blognya jrg aku baca, itu bakal aku buka dulu. kalo memang tulisannya menarik, rutin, ya udh aku pasti follow kok akhirnya :D.

    kalo utk ikut loop, aku blm tertarik sih. krn buatku, followers yg aku kenal dan real, msh lbh menarik drpd diikutin org lain yg kebanyakan ga nyata.. :D. tapi itu aku loh yaaaa... utk temen2 yg memang manfaatin IG nya utk bisnis dan jualan, ya aku ngerti arti jumlah followers pasti ptg bgt. kalo akukan blm sampe kesitu tujuannya :D. masih sekedar utk sharecerita traveling dan kulinerku doang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua blogger pasti aku folbek. kalo aku yg follow duluan, sering juga mereka ga folbek krna sudah kelas selebgram. cuma dikit selebgram blogger yg mau folbek :'(

      Delete
  18. Aku biasanya selalu follback orang-orang yang mutual friendnya banyak dengan teman-teman blogger. Tapi yang lucu adalah mereka yang follow duluan tapi mereka yang unfollow juga. Yauda sih kalau aku mah cukup tau aja dan di notice orang-orangnya hahaha. Btw kita udah follow2an belum ya Mba? Lupa aku.. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. beneran ni mau follow aku? udah kufollow ya. senengnya kalo temen selebgram blogger mau folbek :)

      Delete
  19. aku main IG dari tahun 2014 terhitung 5 tahun tapi follower naiknya ngos-ngosan wkwkwk dan setuju semua yang dituliskan , fotoku masih sesuka hati jadi ya weslah hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga lama ngos2an krna followers macet segitu2 ajah :D kalo ga ada loop pasti macetnya berlanjut hahaha

      Delete
  20. Ngomongin sosial media emang ga ada abisnya.. Skrng semua orang punya cita2 jadi selebgram.. Miris jg ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo aku ga pengen jadi selebgram lho. soalnya sadar diri ga ada yg menarik untuk dijual hihihi

      Delete
  21. Follower bukannlah segalanya, heheh.CAra simple ku sih kalau ga difolbek yang ku unfol aja hahah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku selalu unfol balik yg udah unfol. kalo yg ga folbek seringnya aku diemin kalo dia blogger or temen jualan >_<

      Delete
  22. Following ku lebih banyak dari pada follower ku, hikss
    Aku juga bukan penganut follower segalanya, berusaha semampuku aja. Karena banyak urusan dunia nyata yang aku konsen dibanding nguplek dunia maya. Tapi kalo ada teman blogger follow, pasti deh aku folbek mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. setujjj mba :D
      ngitungin followers mah bikin sutris kalo punya target kudu gede :D
      idem semua blogger yg follow pasti aku folbek

      Delete
  23. BAlas komen esok harinya, atau bahkan sekian hari kemudian, ini saya banget Mbak.
    Sampai hari ini, saya masih belum bisa konsisten bikin feed, malahan ngepost saja masih belum rutin. Kalau ke arah selebgram, belum kepikiran ke sana, main IG senyamannya dan aman saja. Punya IG 2, yg satu masih pasif poll, jarang di update :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ternyata aku ada temen 'hit n run' tiap posting di instagram :D

      Delete
  24. Aku instagram buat seseruan mba.. buat rileks hehehe. Kalau kejer2an target malah jadi repot sendiri dn baper hehehe. Jadi ya syukuri ajaa

    ReplyDelete
  25. Main IG itu gemesnya kalau ada brand atau agency yang nyari buzzer atau influence dengan syarat follower sekian K. Followers saya 2600 dan entah sejak kapan sih gak naik yang signifikan gitu. Malah cenderung naik turun. Haha. Soal folbek-folbek kalau yang follow blogger biasanya langsung folbek. Tapi apakah itu saya diunfol atau nggak, saya nggak mikirin karena ya ngapain wasting time ngecekin apakah mereka masih follow atau ngga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tadinya aku jg ga cek siapa aja yg unfol. ngecek krna ikutan loop. biar bisa bales dendam buat yg nakal udah ikutan loop tapi malah unfol :D

      Delete
  26. Bener, followers bukan segalanya. Akupun gitu yang penting mah feed rapih. Dan aku paling ga suka follow2an karena beberapa kali kecewa. Diunfollow baru beberapa hari. Dari situ ga lagi deh. Mending aku follow yang bener2 mau temenan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. palagi kalo ada list follow2an di fb. ternyata belum tentu pada folbek huhuhu

      Delete
  27. Hahahaha drama para mendadak seleb yv pengen followersnya lebih bamyak dr followingnya. Sebel. Aku malah kalo liat folowingnya sedikit ga ta follow lo hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah sehati kita makk
      yg followingnya dikit ketauan banget dia mau gedein followers doang

      Delete
  28. Nah aku nih sebenarnya mulai memisahkan postingan antara makanan, personal life dan landscape tapi belum bisa konsisten karena masih ada bolongnya. Padahal pengen teratur ignya namun maintain 1 ig aja kadang membuatku males ngutak-ngatik.

    Nah followerku juga mentog di 6000 belum bergerak seperti teman-teman lainnya. Sekarang konsen sama konten dulu aja biar konsisten. Kalau soal ada yang follow gak ke follow kadang ku suka khilaf karena ketumpuk notif yang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. campur aduk aja IG-mu udah cakep mbaa :)
      aku jg suka lupaan kalo temen ada yg follow belum folbek. makanya langsung difolbek biar ga lupa :D

      Delete
  29. Follower igku mentok di 2327 dah follow2an tapi kemudian diriku diunfoll sedihnya

    ReplyDelete
  30. Berapapun follower kita yang penting interaksi ya, mbak Inna. Itu yang penting, karena di sanalah ada semacam engagement ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget mba. sayang itu berat banget buat aku untuk menjalaninya. rasanya kudu berjuang berat banget buat naikin interaksi. waktu banyak tersita ntar aku ga masak1 dong, hehe. makanya engagement-ku ancur huhuhu

      Delete
  31. qiqiqiqiqiqiqiqiqiqiq..

    Saya kok ngakak baca ini mbaaa, semacam mengasihani diri saya sendiri.

    Yang sering ngefollow kagak di folbek.

    Ada juga yang folbek abis itu saya di unfol.

    TAPIII...

    Ternyata sekarang banyak aplikasi follow unfol mba, bahkan aplikasi asisten like komen di IG.

    Bisa jadi saya kena aplikasi tersebut, makanya temen2 ga sengaja unfol saya.

    Untungnya saya install juga aplikasi tsb, jadi keliatan deh siapa yang unfol.

    Duh pengen swipe uppp..
    Haruskah ku ikut beli follower?

    hahahahaha

    ReplyDelete
  32. Hehee... Saya juga tak ambil pusing masalah followers krna memang gak pintar membranding diri. Tapi tetap mendukung teman-teman yg sangat ingin punya banyak followers, karna saya paham mereka mungkin passion nya disana, bisa berkarya di instagram. Seperti kalau di blog juga, ingin blog kita dikunjungi dan bermanfaatuutk org banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. salut ya sama manteman yg bisa melejit di instagram berkat kerja keras mereka bikin konten, foto cakep, interaksi good, engagement tinggi. aku dukung dengan follow mereka :)

      Delete
  33. Klo untuk blogger aku ga pernah follow duluan hahhahah,
    Jadi ngeliatin aja sapa blogger yg beneran niat temenan ya aku approve dan folbeck soale akunku kukunci, nah, klo mereka uda diaplrove malah unfolow aku, ya aku unfollow back lah,
    Tapi klo yang udahlah unfol, lanjut takunfolback deseu follow lagi, aku males mau apptove lagi, hahhahah, buatku ig bukan buat bisnis jadi males aja klo ada drama follow unfol, kuunfolback e deseu drama kayak playing victim
    Klo yg kayak gini sih blockir, blacklist gausah masukin temen lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku jg ada akun yg dikunci. udah diaprov, eh diunfol. syok kali dia liat isi feednya hahaha

      Delete
  34. Ahaha...follower saya di instagram sedikit, tapi mungkin karena kurang usaha ya. Tiap minggu ganti tema dan gaya posting karena masih mencari jati diri. Walau untuk blog relatif sudah tahu maunya apa, untuk instagram saya masih belum punya konsep yang jelas. Ya udah, gini-gini aja deh. Soal follow-unfollow, ya saya sih bakalan unfollow yang unfollow duluan. Insyaallah saya nggak unfollow duluan.

    ReplyDelete
  35. Yuhuuu, salam kenal. Senang baca pos panjang ini dengan hati-hati karena menyimak dengan nikmat sambil ngemil pisang goreng buatan sendiri.
    Drama unfollow selalu menyertai saya sampai bosan sendiri. Sudah banyak saya balas unfollow back dan sekalian blokir pada yang gitu.
    Soal difollow lalu unfollow. Dua hari lalu ada remaja tanggung follow saya, saya lihat dulu profilnya. Dia jualan dan punya toko online di marketplace.Isinya hal kegiatan iasa. Saya balas follow. Eh, esoknya dia unfollow. Saya balas dan blokir. Ha ha.
    Soal ikut follow loop, dulu saya ikutan dan beberapa kali. Lalu stop karena banyak di-unfollow. Sekarang alhamdulillah malah bikin follow loop sendiri, hi hi.
    Senang rasanya jadi admin sekaligus pendiri Indonesia Saling Follow karena bosan dengan drama unfollow. Tapi tidak tahu ke depan akan bagaimana karena kami ada kontrol juga.
    Sukses buat Mbak yang punya akun keren, sedang saya mah jarang isi feed meski punya 2 aku pribadi untuk kepentingan berbeda.Akun sendiri untuk kepentingan kerjaan. Akun anak untuk admin pendamping sekaligus database peserta yang sudah ikutan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih, mba rohyati :*
      salam kenal kembali. wahh ternyata skr jadi admin loop, keren! aku salut lho sama admin loop yg ga puyeng nangangin baaanyak peserta loop. moga sukses terus buat Indonesia Saling Follow yaa ^_^

      Delete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^