Pages

Tuesday, November 20, 2018

Kenapa Menulis Blog?



Kenapa Menulis Blog? Jawabannya adalah untuk kenang-kenangan. Saya suka menulis dan ingin tulisan saya lebih 'kelihatan' dan mudah untuk dicari. Mulanya, saya hanya coba-coba saja menulis blog. Sepertinya lebih enak daripada menulis di notes Facebook. Apalagi blog punya alamat sendiri, kesannya keren gitu, punya rumah sendiri untuk tulisan-tulisan kita di dunia maya. Nggak disangka, saya malah keterusan menulis blog dari tahun 2011 sampai sekarang.


Saya membuat blog saat masih berpindah-pindah tempat tinggal mengikuti pekerjaan suami. Isi blog tentang catatan perjalanan hidup keluarga kami di rantau. Saat itu saya berniat untuk mendokumentasikan kisah keluarga kami dan kelak bisa dibaca oleh anak-anak saya. Syukur syukur kalau tulisan saya itu bisa bermanfaat buat orang lain. Misalnya tulisan tentang parenting dan aneka tempat wisata yang sudah kami kunjungi.

Saat ini saya punya blog khusus untuk keluarga dan traveling di www.emakriweuh.blogspot.com, blog lifestyle www.innariana.com, dan blog resep masakan www.dapurngebut.com. Blog lain yang kurang aktif ada blog khusus craft dan blog Kompasiana. Enaknya punya blog lebih dari satu adalah saya bisa menulis apa saja dan memposting di blog yang sesuai dengan temanya masing-masing.

Menulis blog itu menyenangkan. Selain bisa mengabadikan kenangan, saya juga bisa sekalian numpang curhat. Kalau dulu biasa curhat di buku harian. sekarang bisa curhat di blog. Usai menumpahkan unek-unek dengan menulis blog, perasaan saya jadi lebih plong. Bukan hanya ganjalan hati, berita bahagia yang ditulis di blog bisa bikin kita berbunga-bunga lagi saat membaca ulang. Senangya!

Curhat di blog memang nggak ada yang melarang. Sebenernya nggak semua curhatan dipublish di blog. Ada beberapa yang nggak saya publish karena perasaan sudah lega habis menulis dan mikir lagi buat diposting, hehe.

Alangkah bermanfaat jika kita bisa curhat di blog sekaligus memberikan solusinya. Seperti pengalaman saya bolak-balik kesel karena mesin cuci yang rusak. Saya pun nekad memperbaikinya sendiri setelah diajari oleh mamang servis mesin cuci. Kemudian, saya menuliskan tutorialnya di blog pada postingan Memperbaiki Mesin Cuci. Sampai saat ini, postingan tersebut masuk page view tertinggi. Bahagia rasanya jika tulisan di blog kita bisa bermanfaat untuk orang lain. 

Dari menulis blog, saya berkenalan dengan teman-teman blogger. Kami pun saling bersilaturahim lewat dunia maya dengan cara saling mengunjungi blog lain atau disebut juga dengan blogwalking. Saya pun masuk ke komunitas blogger agar lebih intens berinteraksi dengan blogger-blogger lain. Aih, saya senang mendapat banyak teman-teman baru.

Nah, dari komunitas blogger inilah saya mulai 'melek mata' diajari berbagai hal tentang blogging. Saya baru tahu kalau tulisan blog itu bukan sekedar curhat dan cerita jalan-jalan saja. Ada postingan review produk atau jasa, liputan acara, postingan lomba, serta postingan berbayar atau job review. 

Ternyata, menulis blog bisa menghasilkan uang! Wah, siapa yang nggak kepincut jadi blogger jaman now kalau begini? Euphoria ini yang saya rasakan di dunia blogging. Terutama setelah saya mulai serius untuk membuat blog saya menghasilkan alias dimonetasi. Beberapa teman mulai minta diajari untuk menulis blog supaya bisa dapat penghasilan. 

Ngeblog untuk dapat uang? Sah-sah saja jika punya keinginan demikian. Tapi, jangan lupa semua itu tidak bisa dihasilkan secara instan. Ada proses dan tahapan yang harus dilalui. Mungkin bagi blogger yang cepat tanggap, blog baru bisa segera menghasilkan. 

Saya sendiri termasuk slow learner. Prestasi dan pendapatan blog saya tidak sehebat blogger lain. Saya nggak ngoyo dalam mengais rejeki lewat ngeblog. Saya ngeblog apa adanya saja. Menulis yang bisa dan sempat saya tulis serta sesuai dengan hati nurani. 

Maksudnya? Saya hanya menulis apa yang dirasa nyaman buat diri saya sendiri. Saya nggak bakal ambil job dengan tema yang njelimet meski bayarannya cihuy. Karena saya paham kapasitas saya. Saya adalah emak riweuh dengan tiga anak laki-laki yang tengah berjuang di dapur ngebut. Jadi, saya lumayan sibuk di dunia nyata, haha.

Saya bahagia dengan menulis blog. Saya tidak ingin merusak kebahagiaan itu dengan postingan yang bikin saya stres. Jadi, sampai kapan pun saya akan tetap menulis meskipun seandainya dunia blog meredup. 

Keep blogging with your heart! 

4 comments:

  1. Setuju dengan closingnya "keep blogging with your heart"
    Semua yang berawal dari hati biasanya natural dan mewakili diri kita sendiri.
    Saya yang baru mulai menulis jadi punya masukan lain.
    Keren sharingnya

    ReplyDelete
  2. Yes, indeed. Keep blogging with our heart. TFS, mbak.

    ReplyDelete
  3. Wah..jadi kepikiran punya blog dari 1 mba,aku aja 1 kadang suka terbengkalai hehhee..memang kalau sudah pakai hati semua terasa ringan .. Salam kenal ya mba ��

    ReplyDelete
  4. Betul sekali, Mba. Ngeblog itu untuk bersenang-senang, melarutkan semua rasa dalam untaian kata. Saya pun tidak akan menulis apa-apa yang dapat merusak kebahagiaan tersebut.

    ReplyDelete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^