Friday, May 13, 2016

How To Be A Writerpreneur from Anita D'Caritas



Halo semua! Jumpa lagi untuk berkenalan dengan teman blogger di blog Inna Riana. Teman blogger sebelumnya adalah dokter cantik Amanda. Nah, sekarang kebetulan teman blogger yang akan saya ceritakan di sini juga seorang tenaga medis, yaitu bidan yang bernama Anita Tampubolon. Siapakah dia? Yuk, kenalan lebih jauh dengan beliau.

  Memiliki nama lengkap Anita Carolina Tampubolon, perempuan asal Pekanbaru Riau ini adalah pemilik blog www.anitadcaritas.com. Beliau memakai nama pena Anita D’Caritas di blog dan berbagai akun sosial medianya. Caritas berarti kasih. Tagline Anita adalah “Berbagi Kasih dalam deretan kata dan kreativitas”

Ibu bidan Anita

  Saya suka membaca blog milik Anita. Banyak artikel bermanfaat di sana. Semua artikel dikelompokkan sesuai dengan labelnya masing-masing. Mulai dari label tentang kesehatan sesuai dengan latar belakang pendidikannya, lalu ada tentang blogging, writing dan artikel rohani. 

Banner dan tagline blog Anita d'Caritas

  Tulisan di blog Anita enak dibaca. Ternyata, Anita sudah lama mencintai dunia tulis menulis. Sewaktu SD, Anita sudah mengirimkan cerita dan mengidamkan namanya dipajang di majalah Bobo. Aih, sama dong kayak saya dulu. Senasib dengan saya yang karyanya tidak dimuat di majalah anak-anak tersebut, Anita justru tidak patah semangat dan tetap mengirimkan karyanya berupa cerpen ketika SMP. Kalau saya mah, mutung-nya sampai dua puluh tahun ngambek nggak nulis cerpen, haha.

  Ketika SMA, Anita menulis novel di buku tulis dan mendapat tanggapan positif dari teman-temannya. Wah, seneng banget pastinya! Namun Anita justru penasaran ingin mendapat kritik untuk bisa berkembang dan belajar menulis lebih baik lagi. Saat kuliah, Anita tertarik untuk menulis artikel rohani. Setelah lulus dan bekerja, Anita masih menulis cerita dan novel. Semoga novelnya segera rampung ya!

  Kini Anita sudah menikah dan memiliki seorang bayi laki-laki berumur tujuh bulan. Ketika masih tinggal di Pekanbaru, Anita bekerja di sebuah rumah sakit swasta. Setelah menikah, Anita berhenti bekerja dan mengikuti suami tinggal di Jakarta pada akhir Desember 2014 lalu pindah ke Tangerang dan tinggal di sana selama 8 bulan. Aih, samaan lagi dengan saya yang juga berhenti bekerja dan memilih untuk mengikuti suami ke mana pun dia pergi. Eh itu mah saya aja yang doyan ngintilin suami, hihihi.

  Anita memutuskan untuk kembali bekerja dan melamar pekerjaan di sekitar Jakarta dan Tangerang. Saat menerima panggilan kerja, Anita sedang mengandung putra pertama. Beruntung, rumah sakit yang mau mempekerjakannya rela menunggu hingga beliau selesai melahirkan. Wah, rejeki berlipat ganda ya. Mendapat anugrah anak dan diterima bekerja juga.

  Saat menanti kelahiran, Anita yang terbiasa bekerja lalu ujug-ujug nganggur di rumah merasa tidak nyaman. Ditambah lagi mood naik turun karena hamil, rasanya nggak enak ya. Tapi dalam kondisi tersebut, Anita tidak diam saja dan justru menjadi produktif. Semangat menulisnya kembali berkobar. Anita memutusukan untuk berjualan online dan mulai menulis di blog yang dibuatkan oleh suaminya.


Anita dan keluarga
  Akhir Agustus 2015, Anita dan keluarga pindah ke Bogor. “Memasuki tahun 2016, saya berkomitmen untuk tetap produktif walau hanya di rumah saja. Keinginan untuk bekerja harus ditahan dulu. Saya menuliskan beberapa kata di kertas kecil. Resolusi 2016: Be A Writerpreneur. Dan tulisan ini saya tempelkan di dinding rumah sebagai motivasi,” cerita Anita di grup Facebook Arisan Link Blogger Perempuan.

  Bagaimana cara Anita untuk mencapai cita-citanya tersebut? Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh Anita untuk menjadi seorang writerpreneur:
  1. Bergabung dengan komunitas yang memiliki passion yang sama. Anita bergabung dengan beberapa komunitas penulis di Facebook dan Whatsapp.
  2. Mengikuti kelas menulis online. Anita mengikuti kelas menulis buku dan kelas menulis artikel pada Maret 2016. Kedua nya dilakukan secara online dan berbayar. Suami Anita mendukung penuh untuk langkah ini. 
  3. Mengikuti beberapa workshop ataupun training yang berkaitan dengan kepenulisan.
  4. Mengambil kesempatan atau job yang berhubungan dengan menulis. Dari kelas menulis, Anita mendapat beberapa job artikel. Beliau juga menawarkan diri menjadi copywriter (penulis artikel pendek) di fanpage milik temannya. 
  5. Membranding diri sebagai penulis. Branding diperlukan untuk memperkuat diri kita kepada masyarakat bahwa kita seorang penulis
  6. Memperluas jaringan atau networking. 
  7. Terus meningkatkan kualitas tulisan untuk membuat orang lain tertarik dengan tulisan kita bahkan dilirik oleh brand untuk diajak bekerja sama. Terus berlatih menulis!
   Lulus dari kelas menulis artikel, Anita mendapat kesempatan bergabung dengan tim untuk menjadi kontributor di salah satu website sampai saat ini. Wah, Anita memang sudah siap untuk menjadi seorang writerpreneur sejati!

 Serius di bidang menulis, Anita juga mulai rajin membenahi blog pribadinya. Rencana ke depan untuk blognya, Anita akan membeli domain sendiri dan mengembangkan blog sesuai dengan nichenya. Bersiap untuk menjadi blogger profesional.

  Selain ingin menjadi seorang writerpreneur, Anita masih punya impian yang lain, yaitu punya bisnis dengan brand sendiri. Bisnis yang sedang dijalani beliau saat ini adalah menjual produk kecantikan merk Oriflame. Latar belakang medis tetap menjadi keinginannya untuk membuka layanan kesehatan suatu saat nanti. Buat Mbak Anita, mudah-mudahan apa yang diimpikan bisa segera tercapai. Dan sebagai sesama penduduk kota Bogor, semoga suatu saat kita bisa bertemu ya ^_^

Anita Carolina Tampubolon bisa dihubungi di media sosial berikut ini:

Blog: www.anitadcaritas.blogspot.co.id
Facebook: Anita Carolina Tampubolon
Twitter: @anita_dcaritas
Instagram: anita_dcaritas

2 comments:

  1. cara Mba Anita masuk kelas menulis sepertinya bisa diadopsi.. bagus juga ya mba inna... jadinya ada 'pemaksa' untuk berkarya...

    ReplyDelete
  2. Terimakasih tulisannya Mba Inna :)
    Iya, kapan-kapan kopi darat, yuk. Untuk menjadi writerpreneur kita perlu banyak berlatih. Menulis, menulis, menulis...

    ReplyDelete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^