Thursday, April 28, 2016

When The Word Becomes Stories From Ida Tahmidah

when the word becomes stories

  When The Word Becomes Stories adalah tagline pada blog milik Ida  Tahmidah, teman blogger yang akan saya kenalkan kali ini. Mempunyai blog dengan alamat www.idatahmidah.com, ada beragam postingan sesuai dengan tema masing-masing: parenting, motivasi, Islam, kuliner, review, tehnologi, woman, dan lainnya. Main ke blog ini bikin betah karena tulisannya yang enak dibaca.
Blog Cerita Ida
  Kenalan lebih jauh, yuk! Blogger asal Cimahi ini adalah ibu dari lima putra dan putri. Tiga putri dan dua putra. Duh, kebayang dong riweuhnya kayak apa! Saya yang punya tiga putra saja sudah ngos-ngosan, hehe. 


Ida Tahmidah beserta suami dan anak-anak
  Teh Ida sebetulnya masih punya blog yang lain, namun hanya blog ini yang rutin diupdate sesuai dengan mood beliau. Eh punten, saya ujug-ujug manggil 'teteh' boleh ya? Biar akrab. Membaca bagian About Me di blog Teh Ida, ada kutipan yang membuat saya tersenyum sendiri:

"Saya termasuk sangat terlambat menyadari bahwa saya memiliki hobi menulis, 
setelah memiliki anak empat barulah menyadari bahwa saya suka menulis."


   Lho, kok terlambat? Ternyata, Teh Ida baru aktif menulis sejak punya anak ke empat. Meskipun menurut beliau terlambat, tapi tidak menurut saya. Tulisan Teh Ida mengalir dan enak dibaca. Bahkan Teh Ida sudah menorehkan prestasi dengan menerbitkan beberapa buku antologi dan memenangkan berbagai lomba blog. Segitu terlambat, Teh? Kalau nggak terlambat pasti lebih banyak lagi karya Teteh di bidang menulis. 

   Teh Ida sempat bekerja di beberapa yayasan Islam, di bidang perbankan, dan di rumah sakit. Memutuskan berhenti bekerja sejak kelahiran anak pertama.  Mulai menulis di Multiply sejak tahun 2005. Lama vakum sejak Multiply ditutup, Teh Ida kembali menulis dengan bergabung di grup kepenulisan pada tahun 2012 sekaligus aktif ngeblog di tahun 2014. 

Teh Idah dan blognya (foto: Facebook Ida Tahmidah)

   Bakat menulis Teh Ida menurun kepada dua putrinya. Putri sulung Teh Idah sudah menerbitkan novel. Putri ketiga kerap menjuarai kompetisi menulis. Wah, hebat ya! Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. 
  Meskipun kemampuan menulis saya masih abal-abal, saya kepingin juga menularkan hobi menulis kepada anak-anak saya. Sama seperti Teh Ida, gitu. Tidak memaksa sih. Si sulung Aa Dilshad sempat punya blog sendiri waktu kelas 5 SD. Hanya aktif sekitar satu tahun, blog khusus tentang game tersebut terbengkalai hingga saat ini (Aa sekarang kelas 8). Tidak apa-apa, yang penting Aa fokus dulu menuntut ilmu.

  Kegiatan Teh Ida saat ini adalah membuka usaha laundry kiloan (kebetulan lokasi rumahnya dekat dengan kampus). Teh Ida juga aktif menulis sebagai content writer di salah satu blog parenting dan buletin komunitas. Wuih, keren!

   Setelah mengacak-acak blog dan akun Facebook Teh Ida, saya menyadari jika sebetulnya kami berdua pernah dipertemukan dalam suatu acara. Tepatnya ketika Ultah komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB) di Bandung pada bulan Januari tahun 2015. Sudah hampir setahun lebih ya! Saat itu saya datang terlambat dari Bogor. Sialnya, saya harus pulang lebih dulu sebelum acara usai. Duh, nggak sempet kenalan deh kita. Mudah-mudahan suatu saat kita bisa ketemu lagi ya, Teh!
   

Acara HUT KEB di Bandung tahun 2015

   Kembali pada kata-kata 'when the word become stories', kata yang menyambut pembaca di blog Teh Ida. Menyimak arti kata tersebut, rasanya saya jadi terpacu untuk lebih giat lagi menulis. Lebih rajin merangkai kata-kata menjadi sebuah cerita yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Semoga sukses terus untuk Teh Idah!

Teteh Ida Tahmidah bisa disapa di: 
  • E-mail : itahmidah@gmail.com
  • Facebook: Ida Tahmidah
  • Twitter : @IdaTahmidah1
  • IG : @Ida_Tahmidah

7 comments:

  1. ternyata mak ina pernah ketemuan ya tapi g nyadar hehehe..

    ReplyDelete
  2. waah hebat ya teh Ida ini, anak2nya ketularan menulis juga hehe... Saya juga pengen anak2 saya punya hobi menulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama...aku jg pingin begitu. moga anak2 kita bisa menulis lebih hebat dr emaknya, aamiin :)

      Delete
  3. wah..pernah satu acara tapi gak sempat kenalan...
    nyesel-nyesel deh..he2

    ReplyDelete
  4. hi...hi..aku pernah merasa nyesel2 seperti ini..
    ketemu @kekenai di acara blogger tapi aku nggak nyadar.., abisnya kalau di acara itu kan rame banget ya...

    ReplyDelete
  5. Di dunia blogger sering banget ya kayaknya sering sapaan di dunia maya tapi pas ketemu nggak ngeh. Aku pun sering begitu.

    ReplyDelete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^