Monday, August 10, 2015

10 TIPS AMAN JAGA TOKO


Tips Aman Jaga Toko. Tahun 2015 ini adalah tahun keempat saya dan suami membuka usaha toko obat. Toko kami sudah menyewa tempat di tiga lokasi. Bahkan sempat pindah ke rumah karena kontrakan habis dan belum mendapat tempat baru. Setelah dapat, kami masih harus menunggu lagi karena toko belum selesai dibangun.

   Dari ketiga lokasi tersebut, setiap toko punya tingkat keamanan yang berbeda. Toko pertama letaknya agak tersembunyi. Ditambah minim pengalaman, kami beberapa kali tertipu dan bahkan kemalingan. Di toko kedua, lokasi lebih terbuka. Namun penipu masih juga berani menghampiri. Nah, toko yang ketiga ini adalah toko yang paling aman. Letaknya lebih kelihatan. Ada pangkalan ojek di dekat toko membuat kami seolah punya satpam pribadi. Kalau pulang juga gampang. Tinggal lambaikan tangan, mamang ojek segera datang menghampiri.

  Aman ya, punya toko dekat pangkalan ojek? Tentu saja. Pangkalan ojek selalu ramai. Buktinya, beberapa kali penipu datang. Namun mereka tidak berani 'bernegosiasi' lebih lanjut. Mungkin mereka takut jika saya berteriak maka banyak orang yang akan datang menolong. Bisa-bisa dikeroyok masal. Akhirnya, mereka cepat berlalu begitu tahu saya sudah pasang alarm waspada dengan sedikit melotot dan melirik ke arah pangkalan ojek. Alhamdulillah.

   Beberapa tukang tipu yang sempat singgah di toko kami pernah saya tulis di postingan ini. Nah, kali ini saya ingin berbagi tips aman jaga toko. Tips ini saya peroleh dari tetangga toko dan sedikit pengalaman pribadi. 

Tips aman jaga toko:
  1. Konsentrasi. Jangan melamun, apalagi lengah. Saya sengaja tidak pergi ke toko jika kondisi badan kurang sehat. Jika dipaksakan, nanti takut salah mengambil obat, salah hitung kembalian, bahkan sampai kena tipu.
  2. Makan yang cukup. Saya pernah tidak sarapan saat menjaga toko. Akibatnya, saya lemas dan kurang konsentrasi. Saya lengah. Uang kembalian diambil oleh penipu yang menyamar jadi pembeli.
  3. Jangan taruh barang berharga pribadi sembarangan. Misalnya sedang mencharge smartphone dekat kulkas yang terlihat dan bisa dijangkau oleh orang lain. Letakkan smartphone di dalam toko.Jika perlu, jangan sampai terlihat orang lain.
  4. Waspada terhadap pembeli. Pembeli adalah raja. Namun banyak penipu atau orang jahat yang menyamar sebagai pembeli. Tetep layani pembeli dengan ramah. Jika gelagatnya mulai aneh, sudah dipastikan dia adalah penipu.
  5. Taruh kembali barang yang tidak jadi dibeli. Saat pembeli meminta kita mengambil beberapa barang. Awasi ketika dia sedang memilih. Setelah pilihannya jatuh pada barang A. Segera letakkan kembali barang B,C, D, dan E yang ada di hadapannya. Bukan apa-apa. Hanya untuk menghindari siapa tahu pembeli itu adalah maling dan langsung mengambil barang saat kita lengah.
  6. Jangan taruh uang sembarangan. Uang kembalian misalnya. Jika sedang memegang uang kembalian dan tiba-tiba pembeli minta diambilkan sesuatu, taruh uang tersebut di tempat yang tidak bisa dijangkau pembeli. Gunanya untuk berjaga-jaga. Seandainya pembeli berniat jahat, bisa jadi uang kembalian dicuri seperti yang pernah saya alami.
  7. Taruh barang dagangan yang mahal jauh dari jangkauan pembeli. Misalnya di etalase belakang namun tetap terlihat. Hanya kita yang bisa mengambil barang tersebut dan pencuri (biasanya menyamar jadi pembeli) tidak bisa menjangkaunya.
  8. Jaga hubungan baik dengan tetangga. Jika ada apa-apa, tinggal teriak! Insya Allah, pertolongan pasti segera datang.
  9. Kunci laci isi uang saat pergi ke kamar kecil atau shalat (jika toko tidak punya toilet pribadi atau tempat shalat). Kuncinya jangan lupa dicabut, ya.
  10. Lindungi diri sendiri. Sebagai penjual, kita harus berada di zona aman, yaitu di dalam toko. Usahakan orang lain tidak bisa masuk ke dalam toko. Pembeli cukup berada di depan etalase saja. Nanti kita yang mengambil barang yang diminta. Bagaimana caranya agar orang jahat tidak bisa memaksa masuk ke dalam toko? Tinggal dorong etalase saja kan? Tenang. Tetangga saya memberi tahu cara agar etalase tidak bisa digeser: ganjal roda etalase dengan gunting! Nah, orang yang berniat jahat tidak akan bisa masuk. Coba deh.
  Sebagai pemula, tips dari saya ini memang belum seberapa. Namun cukup aman untuk melindungi diri sendiri. Jika ada yang punya tips tambahan, boleh berbagi dengan saya di kolom komentar. 

Toko yang tertutup etalase
(abaikan model dengan wajah memelas minta pulang ini).
  Oia, tips ini berlaku untuk toko 'kerentilan' yang tertutup etalase seperti toko obat, handphone, peralatan listrik, dan sebagainya. Tips berbeda untuk toko pakaian atau mini market yang pembelinya bebas masuk dan memilih sendiri. Berbeda dalam cara mengawasi pembeli. Intinya tetap sama, yaitu penjual harus selalu waspada. Waspadalah! Waspadalah!

19 comments:

  1. Ya ampun banyak yang tidak terpikirkan sebelumnya. Makasih share pengalaman yang sangat berharga ini.

    ReplyDelete
  2. harus benar2 hati2 ya.... tips oke utk yg memiliki toko seperti adik saya yg pernah juga ketipu sama pembeli di tokonya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mba.
      penipu memang suka pura2 jadi pembeli :(

      Delete
  3. Sudah pasang kaca seperti yang suka dilihat di toko emas itu, mak Inna ? Atau instal CCTV ^_^
    BTW, semoga aman selalu toko-tokonya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kaca udh ada, mak. cctv selanjutnya. aamiin. nuhun mak ratna :)

      Delete
  4. Oke paham mak, sekarang saya harus nyari toko yang harus saya jagain :D

    ReplyDelete
  5. idem sama mak tian. hihi.. btw, baru tau soal gunting itu mak. tfs ya mak.

    ReplyDelete
  6. woalaah...tetep harus waspada ya Mak,
    ga segampang jaga togo yang hanya nongkrong saja

    makasih tipsnya, buat bekal kalo nanti punya toko eeaa

    ReplyDelete
  7. mbak sharing pengalaman strategi mengembangkan usaha toko obatnya dan masalah2 yg dihadapi saat ngelola toko obatnya dong mbak, buat motivasi karena saya salut dgn usaha mbak bs berjalan smpai saat ini mbak..mksh sblmnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah saya masih merintis. belum banyak pengalaman.
      makasih sudah mampir :)

      Delete
  8. iyasih hatihati memang pembeli adalah raja ,, tetap layani tapi hatihati juga raja bisa saja jahat :D

    ReplyDelete
  9. Mba inna aku salut looih...kamu baru tapi banyak sekali pelajarn yang udah di dapat ya. Sukses selalu toko obatnya....semoga cepet ke apotek ya...aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. mak astin...makasih banyak buat doanya, aamiin.

      Delete
  10. wah pas banget nih mba. dari tadi juga mikir mau buka toko obat kecil-kecilan. kepoin mba inna ahhh....

    ReplyDelete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^