Thursday, December 24, 2015

Sistalisius.com: Tempat Belanja Produk Etnik Lokal yang Unik


Dalam hal fashion, boleh dibilang saya punya gaya sendiri dan tidak mau mengikuti tren. Saya lebih suka tampil dengan atribut fashion yang menurut saya nyaman dipakai. Gaya klasik menjadi pilihan utama. Gaya yang tidak lekang dimakan jaman. Bisa dipakai sampai beberapa tahun ke depan. Jadi tidak perlu bergantung pada tren yang ada. Lumayan, jadi hemat biaya juga, hehe. 

  Pilihan saya untuk gaya fashion yang awet sepanjang masa adalah yang berbau etnik. Nuansa etnik pada pakaian dan tas bisa membuat kita tampil beda. Sebelum punya tas dengan motif etnik, saya pernah membeli tas dari bahan kulit demi pencitraan sebagai ibu-ibu kelas elite. Tas kulit berwarna coklat sempat menemani hari-hari saya saat bepergian bersama keluarga. Sayang, tas yang harganya cukup mahal tersebut ternyata tidak bertahan lama. Kulit pelapis tas murudul alias terkelupas. Duh, kapok beli tas dari bahan kulit. Balik lagi cari tas etnik ah...

Friday, December 18, 2015

Me and My Blogs


Dunia blog itu indah. Saya sering terperangah dengan segala macam yang berhubungan dengan blogging. Kegiatan ngeblog bukan cuma numpang nulis, lalu membaginya agar bisa dibaca orang lain. Ternyata, ngeblog bisa menjalin silaturahim yang erat dengan sesama blogger. Baca postingan orang lain alias blog walking juga bikin kita bertambah wawasan. Saya lebih suka blogwalking daripada baca portal berita lho. Beneran.

   Karena cinta, saya juga niat mempelajari segala istilah blogging yang njelimet. Misalnya alexa, page rank, domain authority? Tiga istilah itu adalah skor untuk blog. Blog kita bisa dinilai untuk menarik minat pihak yang akan memberikan job review. Kalau saya sih, seneng mengamati skor sendiri demi kepuasan batin aja. Ujug-ujug seneng gitu kalau skor meningkat. Itu tandanya saya rajin. Kalau turun ya agak sedih, tapi memaklumi. Maklum, emak riweuh hehe.

Monday, November 30, 2015

Selamat Datang di www.innariana.com!

Selamat datang di www.innariana.com!


Halo! Sekarang blog Cerita Emakriweuh berganti nama menjadi Inna Riana, sesuai dengan nama saya. 

  Mohon maaf  jika blog ini agak lama tidak diupdate. Seperti biasa, jangan bosan kalau alasannya lagi-lagi karena riweuh. Jadi merasa bersalah. Blog ini berasa 'dianak tirikan' dari blog yang lain. Tidak ingin rasa ini berlanjut, akhirnya saya mengubah blog ini dari domain gratisan menjadi domain berbayar. Alasannya? Simak cerita saya berikut ini...

 Mulai tanggal 27 November 2015, blog www.ceritaemakriweuh.blogspot.com resmi berganti nama menjadi www.innariana.com. Blog hasil 'buka cabang' dari www.emakriweuh.com ini lebih fokus pada kegiatan saya pribadi. Oleh karena itu, saya -ehm- nekad menggunakan nama sendiri untuk blog ini. Namun kata pembuka 'Cerita Emak Riweuh' tetap menyapa pengunjung blog untuk mengingatkan bahwa blog ini masih berhubungan dengan blog Emak Riweuh.

Wednesday, November 4, 2015

Ketika Netty Sakit


Ketika Netty sakit... aku baru menyadari betapa berartinya dia dalam hidupku. Terserang virus yang merusak hard disk membuatku tidak bisa bercengkrama lagi bersama Netty. Dua minggu. Waktu yang cukup lama dan lumayan menyiksa. Hanya bisa berdoa. Semoga hari gajian lekas datang dan Netty bisa segera disembuhkan oleh tukang service komputer.

   Ketika Netty sakit... aku tidak bisa menulis lagi. Lari ke warnet? Sempat juga. Tapi langsung keteteran karena lokasi warnet yang jauh dari rumah. Ditambah keterbatasan waktu karena harus pulang untuk mengurus boyz, maka postingan blog yang lahir dari warnet hanya sekedarnya saja. Asal-asalan. Nggak sempat dibaca ulang. Nggak sempat diedit. Ngetik dan ngedit pakai smartphone? Nggak bisa. Jariku jempol semua.

Monday, October 12, 2015

Tenggelamnya Kapal Titanic. Runtuhnya Keangkuhan Manusia


Suka film apa? Saya malah bingung. Dulu, waktu masih single, saya adalah tukang nonton film dan hobi ke bioskop. Hobi itu langsung berhenti setelah menikah dan tinggal di antah berantah alias tanah rantau. 

   Kenapa berhenti nonton? Jaman dulu, di rantau nggak ada bioskop yang bagus. Lagipula, saat punya bayi mana mungkin mikir mau nonton ke bioskop? Anak dititip ke siapa? Terus, nggak nonton pakai vcd? Engg...entahlah. Perasaan males banget nonton vcd. Pas ada vcd juga yang disetel pasti film anak-anak. 

   Meskipun hampir nggak pernah nonton film bioskop terbaru, saya dan suami masih bisa nonton bioskop saat pulang kampung. Anak yang baru satu bisa dititip ke mertua. Terus, kita berdua kencan deh nonton. Ahiy!

Friday, October 2, 2015

Piknik Sederhana



   Coba lihat foto di atas. Kasihan, ya. Ayam saja bisa galau karena kurang piknik, apalagi manusia. Setali tiga uang dengan Ayang cinta si ayam betina, saya sebagai manusia biasa juga kerap dilanda galau ketika jenuh menghadapi persoalan hidup yang kejam *drama*. Oleh karena itu, saya butuh piknik. 

  Apa sih piknik? Sebenarnya, menurut saya piknik itu pergi ke suatu tempat, gelar tikar, lalu makan bersama. Pada istilah kekinian, piknik kerap diartikan dengan pergi rekreasi jalan-jalan, refreshing ke suatu tempat untuk melepaskan stres. Orang yang sedang stres kerap digunjingkan: sepertinya dia kurang piknik. Iya kan?

Tuesday, September 15, 2015

Mata Terkena Air Cabe



Hari Minggu, tanggal 13 September 2015. Pengajian rutin bapak-bapak diadakan di rumah kami. Setelah menyiapkan bahan dan bumbu sehari sebelumnya (kecuali bahan sayuran karena harus segar), saya siap untuk memasak mie kocok kikil sebagai suguhan. Pagi hari, saya sudah merebus kaki sapi di panci presto dan membeli sayuran tambahan. Lalu kami berangkat menjenguk Aa ke pesantren. Sampai di rumah pada sore hari, masak dilanjutkan lagi. Pengajian diadakan setelah shalat Isya. Jadi, saya masih punya waktu untuk merampungkan masakan.

Monday, August 10, 2015

10 TIPS AMAN JAGA TOKO


Tips Aman Jaga Toko. Tahun 2015 ini adalah tahun keempat saya dan suami membuka usaha toko obat. Toko kami sudah menyewa tempat di tiga lokasi. Bahkan sempat pindah ke rumah karena kontrakan habis dan belum mendapat tempat baru. Setelah dapat, kami masih harus menunggu lagi karena toko belum selesai dibangun.

   Dari ketiga lokasi tersebut, setiap toko punya tingkat keamanan yang berbeda. Toko pertama letaknya agak tersembunyi. Ditambah minim pengalaman, kami beberapa kali tertipu dan bahkan kemalingan. Di toko kedua, lokasi lebih terbuka. Namun penipu masih juga berani menghampiri. Nah, toko yang ketiga ini adalah toko yang paling aman. Letaknya lebih kelihatan. Ada pangkalan ojek di dekat toko membuat kami seolah punya satpam pribadi. Kalau pulang juga gampang. Tinggal lambaikan tangan, mamang ojek segera datang menghampiri.

Thursday, July 30, 2015

Road To "Happiness Begins At 40"



"Aku hanya ingin bahagia, ya Allah..." pintaku saat masih berseragam putih merah. Dan Allah mengabulkan doaku menjelang hari ulang tahun yang kelima belas. Aku tinggal di ibukota bersama Embah (kini sudah almarhum), perempuan yang menyayangiku dengan tulus dan tanpa pamrih. Tiga tahun penuh kebahagiaan diantara shock culture yang kurasakan sebagai anak desa yang bersekolah di kota.

   Tahun berikutnya, kaki ini berpijak di kota lain. Asing. Hidup sendirian sebagai anak kost. Di kota inilah, aku berhasil menyembuhkan luka dan perlahan menemukan jati diri. Takdir mempertemukanku dengan jodoh pendamping hidup. Aku bahagia. Sesuai impian, sang pujaan akan membawaku pergi jauh. Merantau. Aku tidak peduli pergi ke mana. Pokoknya pergi. Jauh.

Wednesday, July 15, 2015

Alat Penangkap Nyamuk Ekonomis

Musim kemarau tiba. Biasanya, nyamuk pun mulai banyak berdatangan. Aliran got yang mampet karena tidak ada hujan membuat telur dan jentik-jentik nyamuk nyaman berkembang biak. Duh, sebel banget kalau sudah banyak nyamuk begini!

   Ada berbagai cara untuk mengusir nyamuk-nyamuk nakal ini. Bisa dengan obat nyamuk atau alat pembunuh nyamuk. Obat nyamuk terdiri dari obat nyamuk elektrik yang menggunakan tenaga listrik, semprotan obat nyamuk dalam botol, semprotan obat nyamuk cair dalam alat seperti pompa, dan obat nyamuk bakar. Sedangkan alat pembunuh nyamuk yang lazim digunakan di rumah adalah raket nyamuk dengan tenaga baterai.

Saturday, July 11, 2015

Dd Masuk Sekolah, Ibu Kesepian


Tahun ini Dd Irsyad masuk TK. Artinya, Dd sudah tidak bisa nempel terus mengikuti ke mana saja Ibu pergi. Ibu juga tidak bisa lagi sembarangan keluyuran, karena harus ada di rumah saat Dd pulang sekolah. Keluyuran? Kesannya deh! Yah, keluyuran Ibu paling cuma buat urusan ke bank dan belanja ke pasar doang. Kegiatan lain macam emak-emak sosialita kan Ibu nggak pernah ikutan. Maklum, bukan ibu-ibu gaul, hehe.

Tuesday, June 16, 2015

Menjahit Bros Lagi


Halo semua! Apa kabar? Sudah lama saya tidak update blog. Maaf, ya. Akhir-akhir ini saya lumayan riweuh mengurus si bungsu Dd Irsyad yang habis jatuh dan menjalani beberapa pemeriksaan medis. Syukurlah saat ini cara berjalannya sudah berangsur-angsur normal. Namun kami belum mendapat kepastian dari dokter tentang hasil pemeriksaan darah. Semoga kami mendapat jawaban yang melegakan dari dokter khusus ortopedi anak nanti saat kontrol berikutnya. Aamiin. 

Tuesday, May 5, 2015

Mulai Hidup Sehat, Sekarang!




Saya mengenal Mak Ophi Ziadah di Komunitas Emak Blogger (KEB). Panggilan 'emak' memang menjadi ciri khas member KEB. Saat mampir ke blog Mak Ophi, saya langsung kagum. Wah, pemilik blog ini ternyata punya hobi jalan-jalan dan cerita tentang anak-anaknya selalu seru. Persis seperti selera saya. Namun saat itu saya hanya menjadi silent reader dan tidak meninggalkan jejak komentar.

Friday, April 3, 2015

Selfie Karena Terpaksa



 Selfie? Saya suka selfie! Ngapain sih, pake selfie segala? Pengen ngetop? Pengen eksis? Eng.. sebenarnya, saya selfie karena terpaksa! Jadi, saya suka sebel sendiri saat suatu waktu saya lagi pengen difoto, tapi nggak ada yang bisa diminta tolong motretin saya. Jadilah saya selfie alias motret olangan. Kasihan deh, hihi.

Thursday, January 15, 2015

Ketika Emak Pemalu Bergabung di KEB

 


Saya orang yang pemalu. Waktu masih sekolah, teman dekat saya tidak banyak. Begitu pula setelah menikah. Apalagi saat merantau, saya jarang bersosialisasi dengan ibu-ibu di sekitar rumah. Merasa sungkan sebagai pendatang plus kesibukan mengurus anak dan urusan rumah tangga menjadi alasan saya untuk membatasi pergaulan.

   Seperti anak pendiam pada umumnya, saya jarang mengobrol bahkan mengungkapkan perasaan pada sembarang orang. Beberapa rasa yang membuncah sering kali saya tuangkan dalam bentuk tulisan di buku harian. Kegiatan ini berlangsung sejak SD hingga kuliah. Sejak menikah, saya tidak sempat lagi menulis diary karena sudah ada suami tempat mencurahkan segala perasaan *ihiyy*
Back to Top