Monday, February 24, 2014

Nekad Makan Bebek Judes


Penasaran setelah membaca postingan para emak blogger tentang sensasi makan bebek pedas, pada hari Senin tanggal 17 Februari, saya mengunjungi Restoran Bebek Judes di Jalan Sancang Bogor. Judes adalah singkatan dari juara pedes. Logonya bergambar bebek yang sedang marah. 



Bebek Judes cabang Bogor
Ditemani oleh anak kedua saya, Kk Rasyad, kami tiba sekitar pukul 14.00. Saya sengaja memilih untuk makan di lantai atas, di tempat lesehan. Lalu pelayan meyodorkan daftar menu seperti pada foto berikut:


Menu makanan
Menu minuman
Harganya terjangkau, kan? Jangan khawatir, makanan di sini halal. Tidak percaya? Nih ada sertifikat halalnya. Selain bebek, ada juga menu ayam, nasi goreng, nasi merah, tahu dan tempe mendoan, kentang dan sosis goreng, serta tidak ketingggalan menu sayuran yaitu sayur asem, kangkung tauco, dan oseng toge.


Menu berikut memang sangat menggoda, tapi tidak saya pesan demi 'kesejahteraan' lambung saya. 

Bebek perawan balado

Sebenarnya, saya bisa saja memesan bebek sambal ijo yang tiak terlalu pedas. Tapi, saya tetap nekad ingin coba yang pedas!

Bebek cabai hijau

Saya memesan bebek perawan bakar dan  bebek goreng untuk Kk. Bebek Perawan itu adalah bebek yang masih muda usianya. Ada-ada saja ya namanya! Untuk minumnya, Kk memesan minuman jus alpukat dan saya pesan jus sirsak. Sambil menunggu makanan datang, foto-foto dulu ah...
Numpang narsis dan papan menu yang menggoda

Oia, di restoran ini ada free wifi, lho! Mushola juga ada. Jadi makin betah deh nongkrong di sini. Owner Bebek Judes, yaitu Pak Adhi Widianto, paham betul selera anak muda. Restorannya berkonsep modern minimalis dengan tampilan eye catching yang berkesan ceria. Top deh! Tidak heran jika waralaba restoran ini berkembang dengan pesat.

Sambil foto-foto, kami berdua tertawa dan bercanda. Deretan meja lesehan menjadi ajang slalom test untuk Kk berlarian. Kolong meja jadi tempat bermain ciluk ba. Ini baru satu anak lho, saudara-saudara. Bayangkan jika tiga anak laki-laki saya ikut semua! Pasti riweuh, hihihi. Eh, itu makanannya udah dateng. Yuk, makan!

Mari makaan!
Bebek perawan bakar siap disantap

Waah, bebek perawan bakar ini ternyata dagingnya lembut, tidak alot, tidak berbulu, dan tidak bau amis! Bumbunya menyerap sempurna. Bebek gorengnya? Nyicip punya Kk sedikit. Aih, enak! Bumbunya pas. Kk langsung menghabiskan sepiring nasi! Biasanya dia nggak makan sebanyak ini, lho! Enak ya, Nak? Dia hanya mengangguk saja dan sibuk mengunyah.

Duduk di pinggir jendela

Restoran Bebek Judes tidak pelit sambal, bahkan memberi tiga sambal sekaligus! Ada yaitu sambal terasi, sambal judes, dan sambal mangga. Saya coba sambal terasinya. Pedas dan manisnya pas untuk saya. Sambal mangganya asem-asem segar. Sambal judesnya? Ini dia! Eng ing eeeng....wooww, pedesnya nampoooll !!!


Saya punya trik supaya rasa pedas tetap bisa dinikmati dengan aman dan nyaman. Terutama untuk yang mempunyai masalah dengan lambung seperti saya. Caranya?
  1. Jangan langsung makan sambal. Kira-kira tiga atau empat suapan pertama cukup nasi dan lauk tanpa sambal. Supaya lambung tidak kaget dan mules jika kepedasan.
  2. Tambahkan kecap! Kecap bisa mengurangi rasa pedas.
  3. Minum air hangat. Minuman hangat bisa langsung menghilangkan rasa pedas di lidah.


Ternyata, pakai kecap saja saya masih kepedasan. Saya berkeringat dan mengeluarkan air mata. Andai sambal judes saya lahap tanpa kecap, duuhhh... saya pasti nangis bombay! Saya menyerah. Huaah!!! Pedaaasss!!!

Oia, di Bebek Judes kita bisa pesan sambal tambahan seharga Rp.2000 saja! Murah kan! Pilihan sambalnya yaitu: sambal judes, sambal terasi, sambal mangga, sambal gejrot, dan sambal cabai hijau. Mau semuanya? Boleeehh! 

Bebek judes untuk keluarga di rumah
Sebelum pulang saya memesan bebek goreng dan bebek perawan bakar sebagai oleh-oleh. Sampai di rumah, Aa Dilshad langsung makan. bebek goreng. Melihat ada tiga macam sambal, Aa langsung punya ide cemerlang:  mencampur semua sambal jadi satu! Sambal judes + sambal terasi + sambal mangga + kecap manis = sensasi makan bebek pedas! Ada rasa manis, asem, gurih, pedas, woow.. nano-nano!


Senangnya membuat keluarga saya makan lahap hari ini. Bapa, Eyang, dan Bibik menikmati makan malam dengan bebek judes. Dd Irsyad juga makan bebek (tanpa sambal). Kapan-kapan, semua pasti akan saya ajak ke Restoran Bebek Judes. 

Restoran Bebek Judes membuka cabang  di sudah mempunyai banyak cabang di Bekasi, Depok, Tangerang, Bogor, Bandung, Cirebon, dan Semarang. Yuk, ke Restoran Bebek Judes. Rasakan nikmatnya sensasi makan bebek pedas!

(Sumber foto: fans page Bebek Judes dan koleksi pribadi)

Tulisan Ini Diikutsertakan Pada Giveaway Sensasi Makan Bebek Pedas"

8 comments:

  1. jadi ngiler nih lihat gambarnya....kayaknya harus ke tkp tapi yg di cabang bekasi ajah..smoga ada...tks infonya.

    ReplyDelete
  2. jadi tambah kepengen makan bebek judes :)

    ReplyDelete
  3. Hiks... Knp blm ada ya di Surabaya :(

    ReplyDelete
  4. Emak sama anak kompak sekali :), mantep ya Mak bebeknya :D

    ReplyDelete
  5. Wahhh jadi pingin nih mbak... soalnya aku penyuka makanan pedas, apalagi bebek. Mantap.

    ReplyDelete
  6. Pengen ngerasain, mbak :3. Nunggu buka cabang Surabaya, deh :D
    Salam hangat, mbak.

    ReplyDelete
  7. Aduh jadi ngiler malam-malam gini, nih :))

    ReplyDelete
  8. udah nyoba makan ini, tapi baca postingan + liat foto2nya lagi malah jadi ngilerr lagi.. duuh, untung banget yaa mak di Bogor ada, haha

    ReplyDelete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^