Thursday, August 1, 2013

Pandan Yang Laris Manis



Siapa yang tidak kenal dengan pandan? Pohon yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi para ibu yang suka memasak di dapur. Pada bulan puasa seperti sekarang ini, daun pandan banyak dipakai untuk membuat hidangan buka puasa seperti  kolak, bubur kacang hijau, atau bubur sumsum. Harum pandan menambah nilai lebih pada masakan. Ketika dimasak, aroma aroma pandan yang mengundang selera ini bisa merebak kemana-mana. Ketika sedang memasak kolak di rumah beberapa hari yang lalu, tetangga saya saja bisa mencium harumnya dan langsung bilang dari teras rumah, "Lagi masak kolak?" Hehe, ketahuan ya.

  Saya sengaja menanam pohon pandan di halaman rumah. Biar gampang. Pas lagi perlu daun pandan, tinggal petik saja. Pohon pandan tumbuh subur dan besar. Saya perhatikan, kok jadi rimbun begini. Malah kurang rapi kelihatannya. Maka saya memindahkan pohon pandan ke rumah Eyang (ibu saya) yang letaknya masih bersebelahan dengan rumah saya.Beberapa pohon saya bagikan ke tetangga, sisanya saya buang karena terlalu banyak.
   Ternyata bukan saya saja yang sering memetik daun pandan. Tetangga di sekitar rumah juga sering datang untuk meminta daun pandan. Tetangga dekat sudah pasti. Tetangga gang belakang yang sudah tahu saya punya pohon pandan juga rela datang jauh-jauh, lho. Bahkan Mamang penjual bubur kacang hijau menjadi langganan sebagai pemetik daun pandan. Eh, Mang, kalau saya beli bubur kacang hijau dikasih diskon, ya. Haha... cuma bercanda, kok!
Perlu pandan berapa lembar, Bu?
  Masakan yang menggunakan daun pandan ternyata banyak, lho. Sesekali saya menyelipkan daun pandan saat menanak nasi. Langsung deh nasi yang matang seolah berasal dari beras pandan wangi (padahal cuma beras biasa). Hmmm, harum! Selain beras beraroma pandan, masih banyak kue-kue dan kudapan yang menggunakan daun pandan. Sayang saya tidak bisa bikin kue, jadi saya tidak tahu kue apa saja itu. Yang jelas, saat dimakan, saya sudah tahu dari aromanya kalau kue tersebut menggunakan daun pandan saat pembuatannya.
  Selain bermanfaat untuk menambah aroma pada masakan tradisional, pandan juga bisa menjadi sumber warna hijau bagi masakan (selain daun suji). Aromanya yang harum juga menjadikan daun pandan sebagai hiasan pada pesta pernikahan dan pemakaman. 
  Kira-kira sebulan yang lalu, dua tetangga dari gang sebelah datang ke rumah, "Buuu, minta pandan, ya." Biasanya tetangga yang datang meminta daun pandan tidak membawa pisau. Saya bersiap untuk meminjamkan pisau dan membantu memetikkan daun seperti biasa. Dari kedua ibu itu saya mendengar kabar duka cita. Tetangga saya (di gang yang lebih jauh), seorang ibu yang sudah sepuh, meninggal secara mendadak. Innalillahi wa innailaihi rojiun. Sungguh tidak disangka, karena saya baru saja berbincang dengan beliau kemarin ketika membeli sayur. Umur memang takdir yang Maha Kuasa.
   Kembali ke daun pandan. Para tetangga di sekitar rumah almarhum segera membantu keluarga yang berduka. Ada yang menyiapkan pemandian jenazah, makanan untuk pelayat, dan mengurus bunga tabur dan penghias keranda. Penghias keranda adalah daun pandan yang ditaruh diatas keranda setelah dironce menjadi untaian tali beraroma pandan. Di mana harus mencari daun pandan yang banyak untuk meronce? Salah satu ibu teringat pada saya. Segera kedua ibu yang rumahnya lebih dekat dari rumah saya diutus untuk meminta daun pandan.
  Tanaman pandan yang bernama latin Pandanus amaryllifolius Roxb ini termasuk famili Pandanaceae. Aroma pandan yang menenangkan itu ternyata disebabkan oleh adanya kandungan zat tanin. Selain sebagai pengharum alami, ternyata masih banyak khasiat lain dari daun pandan, yaitu:
  • Menurunkan darah tinggi. Caranya: rebus daun pandan dengan 2 gelas air putih hingga mendapatkan sisa 1 gelas saja. Minum rebusan air pandan secara rutin tiap pagi dan sore hingga tekanan darah kembali normal.
  • Meredakan rematik dan pegal linu. Caranya: iris tipis 3 lembar daun pandan, seduh dengan minyak kelapa panas, aduk sampai layu, dinginkan. Balurkan pada bagian tubuh yang terkena rematik.  
  • Sebagai penenang di saat gelisah. Caranya: seduh dengan air panas 3 lembar daun pandan yang sudah dicuci bersih. Tambahkan  madu jika suka. Minum selagi hangat. 
  • Menghilangkan ketombe dan mencegah timbulnya uban. Caranya: tumbuk daun pandan sampai halus, kemudian peras dan saring. Oleskan air pandan tersebut pada rambut. 
  • Obat lemah syahwat untuk lelaki. Caranya: potong-potong 3 lembar daun pandan. Rebus dengan 3 gelas air. Sisakan air rebusan hingga 2 gelas air. Minum secara rutin. 
Atas: pohon salam dan cabe ijo.
Bawah: pohon pare di pagar rumah.
   Ternyata, banyak sekali, ya, manfaat daun pandan. Pohon pandan di rumah saya jujur sudah terlihat trondol di bagian bawah karena sering dipotong daunnya. Tenang, biar trondol, nanti juga tumbuh lagi. Beberapa anakan pandan juga pernah saya bagi ke tetangga. Tidak semua anakan pandan saya bisa tumbuh dengan sukses. Si Mbak penjual sayur tetangga saya sudah dua kali minta anakan pohon pandan, namun pohon itu selalu mati. Buntutnya, sampai sekarang dia selalu meminta daun pandan pada saya. Hehe. 

  Tidak apa-apa. Saya ikhlas dan senang berbagi. "Tanamlah tanaman yang bisa bermanfaat bagi orang lain." kata suami saya. Tidak hanya berbagi daun pandan, halaman rumah saya ditumbuhi oleh pohon salam yang bebas dipetik oleh tetangga. Beberapa kali saya juga membagikan panen buah paria dan cabai hijau untuk para tetangga. Berbagi itu menyenangkan.




Giveway Aku dan Pohon

Sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Pandan_wangi,
http://agroteknatuna.blogspot.com/2013/03/khasiat-daun-pandan.html,
http://www.teruskan.com/13069/khasiat-daun-pandan-untuk-kecantikan-dan-kesehatan.html#_


22 comments:

  1. Pohon pandan sering saya pakai kalau masak nasi Mbak :)
    DI tempatku sekarang juga makin jarang nih pandan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama dong :) Enak ya, jadi nasi pandan wangi :)
      Di komplek rumah saya jg jarang yg punya, Mbak Ika. Makanya pohon pandan ini laris banget dimintain daunnya sama tetangga ^_^

      Delete
  2. impian saya mba, nanam banyak pohon yang diperlukan untuk masak :) spt pohon salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss, Mbak Rina :) Plening saya pengen nanem sereh dan bumbu dapur lainnya. Sayang, suka habis kepake mulu di dapur, lupa dipisahin buat ditanem, hehe.

      Iya, pohon salam kepake banget, lho. Kayaknya hampir tiap hari saya metik sendiri daun salam untuk masak. Sama seperti pandan, pohon salam saya juga laris diminta daunnya sama tetangga :)

      Semoga tanam-menanam pohon yg bermanfaat untuk masak segera terwujud, ya, Mbak ^_^

      Delete
  3. aku suka banget sama tanaman pandan yang pating gerombol itu :) slm sukses utk GA-nya ya Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi... Beberapa bulan sebelumnya 'pating gerombol'-nya lebih heboh lagi, lho. Bahkan sampe tinggi banget. Terpaksa dibuang setelah tetangga yg ditawarin ga ada yg mau nanem (karena ga ada tempat lg):(
      Terima kasih, ya, Mbak ^_^

      Delete
  4. wuih..., suka lihat parenya,bikin nghiler. coba kalau tetanggaan, pasti saya minta. salam kenal ya mbak, semoga sukses dengan GA nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, pare pahit tapi enaakk :9
      Wah, kalau jadi tetangga saya, Mbak Rebellina Santy pasti kebagian pare kalo lagi panen. Oia, plus cabe ijo juga ^_^
      Makasih n salam kenal kembali :)

      Delete
  5. Wow ... itu bekal amal jariyah juga ya mak. Barakallah, banyak manfaatnya ya. Moga menang yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaminn. Iya, saya seneng kalo tanaman yg sy tanam juga bisa bermafaat untuk orang lain :)
      Makasih, Mbak Mugniar ^_^

      Delete
  6. Boleh minta bibitnya ? Pohon pandan di rumah saya udah mati, hiks.

    sukses ngontesnya ya ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh banget! Mangga...mangga... Etapi kumaha carana? Dipaketin ke Bandung aja gitu?
      Hatur tengkiyu, Teteh Dey (eh manggil teteh aja ga papa, yaa) ^_^

      Delete
  7. Pandan pohon yang mudah ditanam tapi banyak manfaatnya.
    Subur banget tuh mbak pandannya. Semoga sukses dengan GAnya.

    ReplyDelete
  8. Terima kasih. Alhamdulillah, Bunda Niken. Padahal udah diambilin beberapa kali anakan pohonnya sama tetangga, masih rimbun aja pohonnya :)

    ReplyDelete
  9. Saya sukaaa banget bau pandan. Inget dulu bulan puasa di kampung, saya dan ibu suka ngambil daun pandan. Ditumbuk dan diperas airnya. Dipakai untuk pewarna alami cendol. Hmm, sedapnya.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daun pandan wanginya memang menggoda selera, ya...hmmm...

      Delete
  10. pohon pandan di rumah saya lebih trondol lagi, Mbak, hehhehhe... keseringan dipetik buat masak kolak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi...aduh, kasihan pohonnya. Biar rapi, diambilnya dari bawah, Mbak Diah, jadi trondolnya lebih terarah *apa coba*

      Delete
  11. Iya, enak banget n harumnya itu lho, hmmmm...

    ReplyDelete

Mohon meninggalkan berkomentar yang sopan.
Komentar dengan link hidup akan saya hapus.

Terima kasih ^_^